Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sidak Proyek GOR Pajajaran, Komisi III DPRD Kota Bogor Nilai Pengerjaan Dilakukan Asal-asalan dan Abaikan K3

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 6 November 2025 | 16:48 WIB
Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi proyek di GOR Pajajaran. Foto Dok Pribadi for Radar Bogor
Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi proyek di GOR Pajajaran. Foto Dok Pribadi for Radar Bogor

RADAR BOGOR - Komisi III DPRD Kota Bogor menilai sejumlah proyek pembangunan di kawasan GOR Pajajaran dikerjakan secara asal-asalan dan mengabaikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Temuan itu didapat setelah Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi proyek di GOR Pajajaran pada Rabu 5 November 2025.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono mengatakan, hasil sidak menunjukkan adanya kesenjangan besar antara proyek yang dikelola dengan baik dan proyek yang lemah dalam pengawasan serta manajemen lapangan.

Ia menyebut, pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan lari menjadi contoh positif karena tertata rapi dan menerapkan K3 dengan baik.

“Koordinasi di lapangan bagus, penataan kerja rapi, dan penerapan K3 memenuhi syarat. Saat kami cek rumput dan beton hasilnya memuaskan. Tapi proyek pelebaran kolam renang justru sebaliknya, tidak ada pengawasan aktif, penataan kerja berantakan, dan aspek keselamatan diabaikan,” ujar Heri, Kamis 6 November 2025.

Menurut Heri, kondisi serupa terjadi pada pembangunan lapangan voli, bulu tangkis, tangga tribun, dan toilet.

Komisi menemukan tidak adanya pengawas di lokasi, perencanaan minim, serta pekerjaan yang tidak tertata.

“Tidak ada ruang koordinasi, ukuran pintu toilet terlalu pendek, kamar mandi tanpa shower, dan ruang toilet sempit. Hal-hal seperti ini memang kecil, tapi penting bagi kenyamanan dan standar fasilitas olahraga,” katanya.

Komisi juga menyoroti proyek trotoar di Jalan Ahmad Yani yang dinilai tidak profesional. Saat sidak, tim tidak menemukan mandor, pengawas, maupun kantor pelaksana di lokasi.

“Kegiatan itu seperti berjalan tanpa arah. Dinas PUPR harus segera mengevaluasi rekanannya karena kualitas pekerjaan terlihat lemah,” tegasnya.

Heri memastikan hasil temuan sidak akan dibahas dalam rapat evaluasi bersama dinas terkait.

DPRD menekankan pentingnya pengawasan ketat agar setiap pembangunan menjunjung profesionalitas, akuntabilitas, dan keselamatan kerja.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, M. Benninu Argoebie menambahkan, pembangunan stadion GOR Pajajaran menjadi satu-satunya proyek yang dinilai profesional.

Ia mengapresiasi kontraktor yang belum mengambil uang muka, namun progres pekerjaannya tetap positif.

“Stadion GOR Pajajaran dikerjakan dengan rapi dan sesuai standar, tapi kami tetap beri catatan untuk perencanaannya. Trek larinya dibuat delapan start, tapi panjangnya hanya enam lintasan karena keterbatasan ruang. Hal seperti ini harusnya sudah diantisipasi sejak perencanaan,” ujar Ben.

Namun, untuk proyek GOR Indoor A, GOR Indoor B, dan kolam renang Mila Kencana, Benninu menilai pengerjaannya jauh dari profesional.

Ben menyebut banyak pekerja tidak mematuhi standar K3, bahkan terlihat tidak siap saat kedatangan tim sidak.

“Kontraktor harusnya paham K3 itu bukan formalitas. Kami datang saja mereka tidak siap, ada yang tidur, tidak pakai alat keselamatan. Kalau proyek seperti ini dibiarkan, kualitas pembangunan pasti menurun,” ucapnya.

Ben juga meminta agar penerapan K3 dijadikan syarat mutlak dalam proses lelang. Jika tidak dipatuhi, kontraktor harus diberi sanksi tegas.

“Kalau kerja sama dengan BUMN, tidak pakai helm atau sepatu itu langsung didenda. Di Bogor juga harus begitu. Kota Bogor bukan kota bercanda, jadi proyek harus dikerjakan secara profesional,” tandasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana menjelaskan, revitalisasi besar-besaran GOR Pajajaran dilakukan untuk mendukung persiapan Kota Bogor menjadi tuan rumah Porprov Jabar 2026. Total anggaran revitalisasi mencapai Rp31 miliar.

“Fokus utama ada di perbaikan stadion dengan anggaran Rp20 miliar termasuk rumput, tribun, dan jogging track. Progresnya sudah 42 persen dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2025,” katanya. (uma)

Editor : Alpin.
#dprd kota bogor #gor pajajaran #sidak