Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Usai Isi Bensin di SPBU Pertamina, Warga Cimanggu Kota Bogor Keluhkan Mobil Jadi Berebet

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 7 November 2025 | 10:50 WIB
Tangkapan layar Video mobil yang tengah dicek di bengkel akibat berebet usai mengisi BBM di SPBU Pertamina.
Tangkapan layar Video mobil yang tengah dicek di bengkel akibat berebet usai mengisi BBM di SPBU Pertamina.

RADAR BOGOR - Seorang warga asal Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor mengeluhkan kendaraannya yang brebet usai mengisi bensin di SPBU Pertamina.

Pria tersebut berinisial P. Kejadian itu bermula saat dirinya mengisi bensin di salah satu SPBU Pertamina di Kota Bogor pada Minggu 2 November 2025 lalu.

Jenis BBM yang dibelinya kala itu di SPBU Pertamina adalah Pertamax. Sehari pasca diisi mobil yang dikendaraiinya terasa aman tanpa masalah. Namun pada Selasa 4 November 2025, P merasa ada yang aneh.

“Mobil mulai brebet, terutama pas keluar tol. Bahkan kalau nyalain AC, makin parah,” ucapnya.

Merasa panik, P pun langsung bergegas untuk databg ke bengkel. Mobilnya kemudian dicek oleh montir melalui sistem. Namun semua terlihat normal dan tidak ada gangguan.

Kemudian sang montir langsung mengecek selang bensin pada mobil tersebut. Tanpa diduga injektor yang ada di kendaraan itu sudah terlihat butek.

“Filternya juga sudah terlihat hitam. Pokoknya udah gak karuan. Pas injektornya dibongkar, jelas banget,” bebernya, Rabu 5 November 2025.

P menduga BBM yang diisi ke dalam kendaraannya bercampur dengan air. Sebab saat dibakar bahan tersebut tidak memercikan api.

“Iya saat saya bakar bensinnya tidak mengeluarkan api. Akhirnya saya kuras karena sudah tidak mungkin lagi untuk digunakan,” terangnya.

Warga tersebut berharap ada audit yang dilakukan. Sebab kejadian ini disebutnya sudah marak diperbincangkan. Agar tidak ada lagi pengendara yang merasakan hal serupa.

“Sekarang kan lagi rame kejadian seperti ini di mana-mana. Entah salahnya di mana di menterinya, Pertamina, atau SPBU-nya. Saya cuma berharap semuanya kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Cabang Bogor (Hiswana Migas) belum mau berkomentar banyak terkait dugaan tersebut.

Bagi mereka, jika insiden ini hanya menimpa satu atau sampai dua orang maka perlu diperhatikan faktor lain. Misalnya dari kondisi kendaraan itu sendiri.

“Bisa jadi bukan hanya karena BBM tapi dari faktor maintanance kendaraannya,” ucap Dzikra Agus Perkasa, Anggota Hiswana Migas Cabang Bogor.

Dzikra mengklaim setiap BBM yang diterima oleh SPBU Pertamina sudah melalui uji kualitas dan kuantitas. Bahkan sampai dilakukan pengecekan density.

“Jika memang dirasa BBM yang dikirim tidak memenuhi standar, maka SPBU bisa menolak BBM tersebut dan dikembalilan ke depot,” terang Dzikra pada Radar Bogor.

Pengurus Hiswana Migas digaransu Dzikra akan segara berkomunikasi dengan SPBU terkait untuk melalukan tabayun atas insiden yang terjadi ini.

“Iya ini pasti akan kami komunikasikan dengan SPBU dan SBM pertamina,” ujar Dzikra saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kamis 6 November 2025 siang. (bay)

Konten di Facebook dengan narasi utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.
Konten di Facebook dengan narasi utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #bensin #spbu pertamina