RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempercepat proses pengisian jabatan kepala sekolah di seluruh wilayah Kota Bogor.
Sebanyak 22 kepala Sekolah Dasar (SD) resmi dilantik di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat 7 November 2025.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pelantikan ini menjadi langkah penting untuk melengkapi formasi kepala sekolah yang masih kosong.
Ia menilai keberadaan kepala sekolah berperan besar dalam memperkuat tata kelola dan manajemen pendidikan dasar di Kota Bogor.
“Kalau sudah lengkap, manajemen sekolah bisa berjalan dengan baik. Program di bidang pendidikan juga akan terlaksana secara lebih optimal,” ujar Dedie.
Menurutnya, saat ini masih ada 24 jabatan kepala sekolah yang belum terisi.
Proses pengangkatannya memerlukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Ada beberapa PR untuk melengkapi seluruh sekolah di Kota Bogor dengan kepala sekolah. Prosesnya kini sedang ditempuh melalui koordinasi dengan BKN dan Kemendikdasmen,” jelas Dedie.
Ia menambahkan, kepala sekolah tidak hanya dituntut mengelola administrasi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
Pendidikan, kata Dedie, harus melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin anak-anak Bogor tumbuh sehat, pintar, berperilaku baik, sopan, dan saling menghormati. Kepala sekolah harus jadi penggerak dalam membangun karakter itu,” tegasnya.
Dedie juga mengungkapkan tantangan lain dalam dunia pendidikan di Kota Bogor, yakni potensi kekurangan tenaga pengajar.
Salah satu solusi yang ditempuh adalah melalui program merger sekolah.
Menurutnya, kebijakan merger dilakukan untuk efisiensi anggaran dan penyesuaian dengan jumlah siswa di tiap sekolah.
“Tantangan ke depan masih ada potensi kekurangan guru, jadi program merger menjadi salah satu alternatif. Selain efisien, kebijakan ini juga didasarkan pada data pendidikan pokok,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.