Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pelantikan 22 Kepala Sekolah Tingkat SD di Kota Bogor, Dedie Rachim Dorong Pembentukan Karakter Siswa

Kholikul Ihsan • Sabtu, 8 November 2025 | 09:11 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim melantik kepala sekolah tingkat SD di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim melantik kepala sekolah tingkat SD di Kota Bogor.
RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar dengan melantik 22 Kepala Sekolah Dasar (SD) baru.
 
Pelantikan yang dipimpin oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat 7 November 2025 kemarin.
 
Bukan hanya sekadar mengisi jabatan, tetapi membawa mandat besar seperti menciptakan generasi yang unggul dalam karakter, bukan hanya akademik.
 
Dalam arahannya, Dedie Rachim dengan tegas menempatkan pembentukan karakter sebagai prioritas utama para kepala sekolah yang baru dilantik.
 
Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Pengisian Jabatan Kepala Sekolah, Sisa 24 Masih Berproses
 
“Kepala sekolah harus mendorong pengembangan karakter anak-anak kita. Kita ingin anak-anak Bogor tumbuh bukan hanya sehat secara fisik, tapi juga punya wawasan luas, perilaku baik, tutur kata yang sopan, dan saling menghormati,” ujar Dedie Rachim, seperti dilansir dari laman resmi Pemkot Bogor. 
 
Penekanan ini menggarisbawahi visi ambisius Kota Bogor untuk berkontribusi pada terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045, yang mana lulusan sekolah diharapkan menjadi pribadi yang berakhlak karimah, saleh/salihah, pintar, sehat, dan mampu bersaing.
 
Meskipun melantik 22 kepala sekolah, Dedie Rachim tak menampik bahwa manajemen pendidikan di Kota Bogor masih menghadapi sejumlah tantangan berat.
 
Pelantikan 22 orang ini baru menyelesaikan sebagian dari total kebutuhan. Wali Kota mengungkapkan bahwa saat ini masih ada sisa 46 jabatan kepala sekolah yang kosong dan proses pengisiannya harus melalui koordinasi ketat dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
 
“Ini 22 dari sisa 46 yang masih harus kita selesaikan dan sedang berproses,” jelas Dedie. 
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tawarkan Kredit Mobil Tanpa DP untuk Sopir Truk Tambang di Kabupaten Bogor
 
Dengan terisinya jabatan kepala sekolah, dirinya berharap manajemen sekolah dapat berjalan lebih optimal dan program pendidikan terlaksana secara lebih sempurna.
 
Tantangan tak berhenti di situ, Dedie Rachim juga menyoroti potensi kekurangan tenaga pengajar (guru) di masa depan. Untuk mengatasi ancaman krisis guru ini, Pemkot Bogor mulai mempertimbangkan opsi penggabungan program sekolah.
 
Kebijakan penggabungan ini, menurutnya, tidak hanya menjadi alternatif solusi kekurangan guru, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran.
 
“Penggabungan program masih akan menjadi alternatif untuk menyelesaikan persoalan itu. Di sisi lain, penggabungan ini juga dilakukan karena ada beberapa sekolah yang jumlah siswanya sedikit, jadi supaya lebih efektif,” pungkas Dedie Rachim.
 
Dengan demikian, 22 kepala sekolah yang baru dilantik mengemban tugas ganda, memperkuat moralitas siswa sekaligus menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan struktural pendidikan di Kota Bogor.***
 
Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #kepala sekolah #sd