Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Empat Cara Warga Kelurahan Tajur Kota Bogor Jaga Lingkungan, dari Bank Sampah hingga Maggot

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 10 November 2025 | 09:12 WIB
Tim Juri Kehormatan Bogorku Bersih saat melakukan penilaian ke warga di Kelurahan Tajur
Tim Juri Kehormatan Bogorku Bersih saat melakukan penilaian ke warga di Kelurahan Tajur

RADAR BOGOR - Warga RT 04/02 Kelurahan Tajur, Kota Bogor punya cara sendiri menjaga kebersihan lingkungan. Mereka kompak mengelola sampah agar tidak menumpuk dan mencemari sekitar.

Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Tajur, Acun Mansur mengatakan warga sudah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. Pengelolaannya dibagi menjadi empat,

Pertama sampah diangkut oleh petugas pemerintah, disetor ke bank sampah, diolah jadi pakan maggot, dan sisanya dibuang ke Galuga.

“Kami sudah lakukan pemilahan. Ada yang ke bank sampah, sebagian untuk maggot, dan sisanya baru ke Galuga,” ujar Acun kepada Radar Bogor.

Program maggot, kata dia, baru berjalan beberapa tahun terakhir. Pengelolaannya dilakukan warga secara mandiri dengan kepengurusan khusus.

Sampah organik dari rumah tangga dikumpulkan untuk pakan maggot, lalu hasilnya dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan lingkungan. Yang memelihara maggot juga warga sebdiri. jadi semua dilakukan mandiri.

“Makanan maggot berasal dari sampah organik rumah tangga. Kami kelola bersama agar bermanfaat,” jelasnya.

Selain maggot, warga juga punya bank sampah yang sudah berjalan sejak 2017. Warga membawa sampah anorganik seperti botol dan kardus untuk ditimbang dan dijual.

Sebagian sampah juga diolah jadi kerajinan seperti tas, topi, dan hiasan dari ecobrick. Dengan begitu sampah plastik tidak ada yang benar-benar terbuang ke Galuga.

“Uangnya dipakai untuk operasional dan kegiatan warga, seperti kumpul bareng. Yang penting lingkungan tetap bersih,” ujarnya.

Ketua RW02 Kelurahan Tajur, Tri Budianto menambahkan, wilayahnya punya banyak potensi lingkungan.

Selain bank sampah dan maggot, ada juga kelompok wanita tani, ruang terbuka hijau, dan lubang biopori.

Sedikitnya ada 60 lubang biopori yang dibuat untuk menyerap air dan mengurangi limbah ke Sungai Ciliwung. Positifnya warga jarang sekali mengalami peristiwa banjir.

“Sampah yang dibuang hanya yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Sisanya kami olah agar berguna,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #sampah #Kelurahan Tajur