RADAR BOGOR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor terus berupaya menekan penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak.
Salah satu Langkah TP PKK Kota Bogor lewat program Pojok Ekspresi Anak yang kini hadir di enam kelurahan.
Keenam kelurahan tersebut adalah Mulyaharja, Ciwaringin, Pasir Kuda, Kayu Manis, Sukasari, dan Ciluar.
Program ini menjadi bagian dari evaluasi dan penilaian Pojok Ekspresi Anak tingkat Kota Bogor tahun 2025 yang berlangsung di Aula TP PKK Kota Bogor mulai 11–13 November 2025.
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan Pojok Ekspresi berfungsi sebagai ruang belajar, bermain, dan berekreasi bagi anak-anak tanpa ketergantungan pada gawai.
Melalui kegiatan ini, anak-anak didorong untuk mengekspresikan kreativitas, menyalurkan bakat, serta mengembangkan imajinasi.
“Pojok Ekspresi menjadi wadah bagi anak untuk bermain dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Mereka bisa membaca, bermain permainan tradisional, dan berinteraksi langsung tanpa bergantung pada gadget,” ujar Yantie Rachim, Selasa 11 November 2025.
Ia menambahkan, penggunaan gadget sebaiknya dilakukan secara terbatas dan tetap dengan pendampingan orang tua.
Tanpa pengawasan, anak berisiko terpapar konten negatif yang bisa memengaruhi perilaku.
"Penggunaan handphone dalam waktu lama tanpa pendampingan sangat berbahaya bagi anak. Konten yang mereka lihat bisa terserap tanpa filter dan menimbulkan perilaku negatif,” katanya.
Melalui Pojok Ekspresi, anak-anak diharapkan lebih banyak beraktivitas langsung di lingkungan sosialnya.
Permainan tradisional seperti congklak, engklek, galasin, main karet, dan biji bekel diperkenalkan kembali sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran nilai kebersamaan dan kreativitas.
Program Pojok Ekspresi Anak merupakan inovasi TP PKK Kota Bogor yang merupakan turunan dari program nasional Gerakan Keluarga Indonesia untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi).
Program ini diharapkan menjadi model pembinaan anak di tingkat kelurahan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. (uma)
Editor : Alpin.