Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Biskita Trans Pakuan Ditargetkan Tambah Dua Koridor Tahun Depan, Warga Bakal Bayar Tanpa Subsidi

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 12 November 2025 | 17:54 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menjawab pertanyaan soal Biskita.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menjawab pertanyaan soal Biskita.

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor berencana menambah dua koridor baru untuk layanan Biskita Trans Pakuan pada tahun 2026.

Berbeda dengan empat koridor yang sudah beroperasi, dua koridor tambahan ini akan dijalankan tanpa subsidi pemerintah.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, uji coba dua koridor non-subsidi tersebut akan dilakukan setelah ada perusahaan yang berminat mengelola.

“Kita akan coba dua koridor non-subsidi. Sekarang sedang ditawarkan secara terbuka, apakah ada yang mau ikut berperan serta,” kata Dedie usai rapat paripurna DPRD Kota Bogor, Rabu 12 November 2025.

Menurut Dedie, Pemkot masih menghitung biaya operasional per kilometer untuk menentukan tarif asli yang nantinya dibayar penumpang.

“Kita belum hitung rupiah per kilometernya. Kalau sudah ada, baru bisa kita ajukan. Nanti kita lihat apakah keuangan daerah mencukupi atau tidak,” ujarnya.

Bila tanpa subsidi, biaya perjalanan Biskita diperkirakan mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per sekali jalan.

Angka ini jauh di atas tarif yang berlaku sekarang, yakni Rp4.000 dengan dukungan subsidi pemerintah.

Dengan tambahan dua rute baru, total layanan Biskita Trans Pakuan ditargetkan menjadi enam koridor.

Namun, realisasi penuh akan menunggu hasil kajian teknis, termasuk pelaksanaan peraturan daerah tentang pembatasan angkutan konvensional serta penataan ulang jalur yang sudah ada.

Dedie mengakui, menjalankan layanan tanpa subsidi bukan hal mudah karena berpotensi menimbulkan perdebatan di masyarakat.

“Kalau tarifnya terlalu mahal, masyarakat tentu enggan naik. Jadi nanti kita bahas lagi,” katanya.

Meski menghadapi tekanan fiskal, Dedie memastikan empat koridor yang sudah beroperasi tetap berjalan.

Ia menegaskan Biskita merupakan proyek strategis yang harus terus dilanjutkan.

“BTS itu uang rakyat yang kembali ke rakyat. Karena masyarakat yang langsung menikmati manfaatnya,” ujarnya.

Program Biskita Trans Pakuan menjadi salah satu proyek prioritas Pemkot Bogor di sektor transportasi publik.

Layanan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien serta ramah lingkungan. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #biskita trans pakuan #dedie a rachim