RADAR BOGOR – Usai Rektor IPB, Prof Arif Satria resmi menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perhatian sivitas akademika IPB University kini tertuju pada proses pergantiannya.
BEM IPB pun mendorong agar transisi kepemimpinan dilakukan secara transparan dan memastikan program strategis kampus tetap berlanjut.
Presiden BEM IPB University, Muhammad Afif Fahreza, menyampaikan apresiasi atas pelantikan Arif Satria yang dinilai sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan integritasnya selama dua periode memimpin IPB.
“Bagi kami, ini pengakuan atas integritas, dedikasi, dan keteladanan beliau. Selama memimpin, Pak Arif terbukti bijaksana, profesional, dan selalu menempatkan kepentingan akademik, riset, serta mahasiswa sebagai prioritas,” ujar Afif kepada Radar Bogor, Rabu 12 November 2025.
Ia yakin pengalaman Arif Satria akan menjadi modal penting dalam memimpin BRIN. Menurutnya, gaya kepemimpinan Arif yang berbasis riset dan kolaborasi bisa memperkuat arah kebijakan inovasi nasional.
“Dengan keteladanan beliau, kami percaya BRIN akan semakin kuat membangun kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan masyarakat.
Seperti di IPB, pendekatan berbasis bukti akan membuat kebijakan riset lebih relevan dan bermanfaat,” ucapnya.
Afif menilai pergantian rektor merupakan bagian dari dinamika pengelolaan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) yang semakin matang.
Dia berharap proses tersebut dijalankan secara tertib, transparan, dan akuntabel agar menjaga kepercayaan publik terhadap IPB.
“Pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum memperkuat tata kelola, inovasi akademik, dan pelayanan terhadap sivitas akademika,” katanya.
Menurutnya, mekanisme pergantian rektor akan melibatkan empat pilar utama IPB, yakni Rektorat, Dewan Guru Besar, Senat Akademik, dan Majelis Wali Amanah.
Keempatnya akan menindaklanjuti melalui rapat pleno atau rapat luar biasa untuk memastikan transisi berjalan lancar.
Afif juga menyebut belum ada nama yang muncul sebagai pengganti Arif Satria. Ia menilai figur Arif masih sangat kuat dan berpengaruh di lingkungan kampus.
“Sejauh ini belum ada sosok yang terlintas. Figur Pak Arif masih cukup kuat dan berpengaruh, jadi butuh waktu dan pertimbangan matang untuk mencari pengganti yang benar-benar sepadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, siapa pun yang akan memimpin IPB ke depan perlu melanjutkan visi dan semangat akademik yang telah dibangun.
“Tantangannya bagi rektor baru nanti adalah menjaga semangat akademik dan aspirasi mahasiswa agar tetap sejalan dengan tujuan IPB,” tutupnya.(uma)
Editor : Alpin.