RADAR BOGOR - Lapangan Manunggal akhirnya kembali beroperasi, Jumat 14 November 2025. Fasilitas olahraga ini sempat ditutup beberapa bulan karena ada pengerjaan revitalisasi.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim langsung menjajal Lapangan Manunggal tersebut. Dirinya pun mengapresiasi semua pihak termasuk warga yang sudah sabar menanti proses revitalisasi.
Dedie meminta kepada seluruh elemen untuk ikut menjaga fasilitas publik yang telah disiapkan. Lapangan Manunggal dibangun untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berolahraga.
“Masyarakatnya harus memanfaatkan dengan rasa cinta memelihara menjaga tidak buang sampah dan ikuti aturan aturannya,” jelas Dedie pada awak media.
Pengelola Lapangan Manunggal diminta untuk mengatur skema pemakaian. Tujuannya agar fasilitas olahraga yang baru saja rampung direvitalisasi itu dapat awet dan tidak mudah rusak.
Lapangan Manunggal digaransi Dedie bisa digunakan oleh siapapun dan tidak memandang kelompok-kelompok. Hanya saja memang peminatnya cukup banyak.
“Bisa kan kemarin juga bisa untuk umum. Hanya istilahnya kan dipakai tiada henti tanpa istirahat sekarang di atur supaya tidak gampang rusak,” terang Dedie.
Sementara itu, Kadisperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan evaluasi 2022 menjadi dasar aturan baru. Saat itu pengelolaan dinilai kurang maksimal sehingga berdampak pada kondisi lapangan.
Ia menyebut penggunaan kini mengikuti standar minisoocer profesional dengan pembatasan jam bermain. Lapangan hanya boleh dipakai enam jam sehari.
“Pengalaman tahun 2022 saat kita membuka Lapangan Manunggal memang ada beberapa kelemahan dalam sisi pengelolaan dan pemeliharaannya. Belajar dari pengalaman itu, sekarang kita akan mencoba memperbaiki penggunaan Lapangan Manunggal.” Jelasnya
Penggunaan lapangan diprioritaskan untuk pertandingan dan fun game, bukan latihan. Aktivitas latihan dinilai lebih cepat mengikis rumput sintetis.
Minat masyarakat tetap tinggi sehingga penyaringan jadwal dilakukan lebih ketat. Pemohon datang dari SSB, klub, instansi, komunitas hingga masyarakat umum.
“Biasanya hanya 2 jam kali 3 sesi, total 6 jam. Dan yang boleh dilakukan di sana hanya pertandingan dan fun game, bukan untuk latihan,” terangnya
Chusnul menegaskan aturan sepatu juga diperketat. Hanya sepatu khusus lapangan sintetis yang boleh digunakan. Sepatu berstud besi dan paku dilarang karena dapat merusak permukaan.
“Hanya sepatu yang sesuai untuk lapangan minisoocer sintetis yang bisa digunakan, bukan sepatu dengan stud besi atau paku. Tidak boleh merokok juga,” ucapnya
Pengawasan diperketat dengan sistem buka-tutup gembok. Park ranger disiagakan untuk memeriksa sepatu hingga kostum sebelum pemain masuk.
Penambahan petugas juga dilakukan karena masih ada gangguan seperti hewan liar yang masuk ke area lapangan. Kebersihan disebut menjadi tantangan tersendiri.
“Tinggal sekarang yang masuk malah kucing, sampai ada kotoran kucing, itu juga jadi masalah. Akan ada penambahan tenaga khusus untuk perawatan maupun penjagaan.”
Jam operasional Lapangan Manunggal kini bisa sampai pukul 22.00 WIB setelah pemasangan lampu baru.
Waktu paling ramai tetap sore hingga malam, sementara siang relatif sepi. Pembatasan waktu diterapkan agar lapangan tidak kembali rusak.
“Dan tadi, kalau terlalu diforsir, umur rumput sintetis akan cepat habis. Jadi paling malam sampai jam 10 saja, jangan sampai lewat,” pungkasnya. (bay)