Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Uji Sampel Menu MBG Pasca Puluhan Siswa di Bogor Selatan Alami Mual dan Sakit Perut

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 14 November 2025 | 21:28 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

RADAR BOGOR - Puluhan siswa di Bogor Selatan mengalami mual hingga sakit perut usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat, 14 November 2025. Peristiwa itu pun mendapat sorotan dari Pemerintah Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan keprihatinannya dan berharap kejadian serupa tidak terulang serta mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penyediaan makanan bagi pelajar.

"Saya prihatin, mudah-mudahan tidak terjadi lagi manakala semua SPPG telah mengantongi SLHS dari Dinkes. Nah, kebetulan yang tadi terjadi adalah SPPG yang baru dan belum mempunyai SLHS, rencananya baru besok mau dilakukan pelatihan," ujar Dedie Rachim.

Wali Kota Bogor itu pun menegaskan agar tidak ada kelalaian dalam urusan kesehatan anak-anak dan meminta semua pihak memperketat pengawasan serta memastikan laporan awal sudah ditangani tenaga kesehatan setempat.

"Jangan sampai hanya gara-gara kecerobohan kemudian terjadi anak-anak sakit, tetapi sejauh ini, laporan sudah ditangani oleh Dinkes, Puskesmas, semoga tidak bertambah," kata Dedie Rachim.

Penanganan siswa dilakukan di tiga puskesmas yakni Bogor Selatan, Bondongan, dan Lawanggintung. Petugas juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk kesiapan penerimaan pasien.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor kini melakukan penyelidikan epidemiologi termasuk wawancara dengan pihak penyedia makanan dan para pasien. Pengambilan sampel makanan serta spesimen pasien turut dilakukan sebagai bahan pemeriksaan.

"Pengambilan sampel makanan dan spesimen dari pasien, koordinasi dengan pihak sekolah agar melaporkan jika ada kasus tambahan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Pihaknya juga meminta agar seluruh makanan yang sudah didistribusikan tetapi belum dikonsumsi segera dihentikan, langkah monitoring terus dilakukan untuk mengantisipasi adanya tambahan kasus.

"Dinkes terus melakukan tindak lanjut untuk antisipasi dan melakukan monitor kasus tambahan, pemeriksaan sampel ke labkesda, penanganan pasien, serta monitoring laporan dari rumah sakit, puskesmas, dan sekolah," ujarnya.

Sementara itu total ada 3.992 porsi makanan yang didistribusikan SPPG Batutulis 08 kepada 17 sekolah dalam tiga kloter. Menu yang disajikan berupa nasi, ayam bakar, tumis jagung wortel, susu kotak, dan keripik tempe.

Gejala dialami siswa dalam rentang 10 hingga 30 menit setelah konsumsi makanan, keluhan yang muncul mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam dan nyeri perut.

"Dari data yang diperoleh, gejala muncul dalam 10 sampai 30 menit setelah makan," ujar Retno.

Pemkot memastikan langkah preventif terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa dan upaya tindak lanjut juga dipastikan berjalan hingga seluruh siswa pulih sepenuhnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Mbg