RADAR BOGOR - Aksi keributan sempat terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Papa Bears, Kota Bogor. Keributan di Papa Bears itu pun terekam kamera ponsel dan viral di sejumlah media sosial.
Dalam keterangan yang beredar, keributan disebut-sebut melibatkan pengunjung dan pihak kemanan Papa Bears. Insiden ini menuai beragam reaksi miring dari netizen.
Menanggapi hal ini, perwakilan Manajemen Papa Bears, Franky buka suara.
Dia membenarkan adanya aksi keributan yang terjadi pada, Selasa 11 November 2025 silam.
Namun Franky membantah keterlibatan pihak kemanannya dalam pertikaian tersebut.
Dia menerangkan aksi keributan yang viral itu dilakukan antar sesama pengunjung.
“Petugas keamanan justru datang untuk melerai. Tidak ada pengeroyokan ataupun penggunaan kursi seperti yang ramai diberitakan,” ujar Franky pada awak media.
Keributan dipicu oleh gesekan kecil antar dua kelompok pengunjung.
Mengetahui keadaan mulai memanas, petugas keamanan mendatangi mereka untuk menghentikan pertikaian.
Namun Franky menerangkan penjelasan yang dilakukan petugas keamanan, justru membuat situasi semakin panas karena para pengunjung tidak terima ditegur dan sempat berdebat dengan petugas.
Petugas keamanan kemudian meminta mereka meninggalkan lokasi agar situasi kembali kondusif, dan kedua pihak sempat pulang.
“Masalahnya muncul lagi ketika sekitar 30 menit kemudian mereka kembali dengan membawa teman-temannya. Saat itulah terjadi keributan lanjutan dan petugas kami didatangi serta diserang,” ucap Franky.
Franky menerangkan hasil pengecekan rekaman CCTV, tidak terlihat jelas siapa yang memulai aksi kekerasan lebih dulu.
Karena itu, ia berharap semua pihak melihat masalah ini dengan objektif.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Franky menegaskan bahwa petugas keamanan yang terlibat dalam insiden tersebut telah diberhentikan sementara sesuai SOP perusahaan.
“Kami punya aturan ketat. Jika ada dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan karyawan, kami harus mengambil tindakan tegas. Karena itu petugas keamanan tersebut kami nonaktifkan pada hari yang sama,” tegasnya.
Manajemen juga telah berusaha menghubungi pihak yang mengaku menjadi korban untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara langsung, namun sampai saat ini komunikasi belum terjalin.
Franky menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada pihak yang merasa dirugikan.
Ia menyebut peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi Papa Bears agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini pertama kalinya insiden seperti ini terjadi. Kami menjadikannya pelajaran besar untuk membenahi sistem keamanan dan prosedur kami. Kami memohon maaf kepada seluruh pengunjung, terutama kepada yang merasa telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan,” ujarnya.
Manajemen juga menghormati langkah hukum yang ditempuh pihak yang mengaku sebagai korban.
Papa Bears menyatakan siap bekerja sama dan tetap berupaya menjalin komunikasi dengan keluarga korban untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.(bay)
Editor : Alpin.