RADAR BOGOR - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor meluncurkan sistem baru yang disebut SIMONEV PENA (Sistem Pengawasan dan Evaluasi Pegawai Non ASN).
Inovasi SIMONEV PENA ini dibuat untuk mengatasi kedisiplinan yang rendah dan laporan kinerja harian pegawai non ASN yang belum terukur.
Menurut Susilawaty Syariefah, Kasubag Kepegawaian Diskominfo Kota Bogor, SIMONEV PENA dibuat sebagai tanggapan atas kebutuhan mendesak untuk tata kelola administrasi kepegawaian yang lebih sistematis dan digital.
“Kami memiliki 51 pegawai non-ASN, dan selama ini sistem absensi dan pelaporan kinerja masih manual serta tidak terintegrasi. Hal ini membuat pengawasan sulit, rawan kesalahan, dan tidak menyediakan data yang valid untuk evaluasi,” kata Susilawaty pada Jumat 14 November 2025.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SIMONEV PENA adalah sebuah sistem yang dapat secara akuntabel mencatat kinerja harian, kedisiplinan, dan absensi.
Laporan aksi perubahan yang dibuat oleh Susilawaty mencakup empat masalah penting yang selama ini membebani kinerja non-ASN.
Contohnya adalah tingkat disiplin kerja yang rendah, laporan kinerja yang tidak terukur, sistem absensi yang dilakukan secara manual, dan sistem pengawasan atasan langsung yang buruk.
Menurut analisis metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), masalah kedisiplinan mendapat peringkat tertinggi dan memerlukan penanganan segera.
"Disiplin adalah fondasi dari sisi urgensi dan dampaknya pada kinerja birokrasi. Tanpa itu, pelayanan publik di hilir akan ikut terpengaruh," tambah Susilawaty.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos KKS Bank Mandiri, BPNT Tahap 4 dan BLT Kesra Masih Nihil di ATM Link
SIMONEV PENA: Teknologi untuk Pemerintahan Modern
Rudiyana, kepala Dinas Kominfo Kota Bogor, menyambut baik pengembangan sistem ini dan menganggap inovasi ini sejalan dengan rencana transformasi digital pemerintah kota.
Kami membutuhkan tata kelola kepegawaian yang tertib, transparan, dan efisien, sesuai dengan visi Bogor Cerdas dan agenda Smart Government dalam RPJMD 2025–2029. Rudiyana menyatakan bahwa SIMONEV PENA mendukung hal itu secara konkret.
Sistem ini merupakan alat pembinaan dan bukan hanya alat absensi. Dia menambahkan, "Keputusan tentang penempatan, evaluasi, dan perpanjangan kontrak menjadi lebih objektif dengan data kinerja yang valid," tuturnya.
“Jika sistem ini stabil, kami siap mengusulkannya untuk diperluas ke seluruh Perangkat Daerah se-Kota Bogor,” kata Rudiyana.
Implementasi dan Tahapan Pengembangan
SIMONEV PENA dikembangkan melalui tiga fase berdasarkan milestone proyek:
1. Jangka Pendek (Sept–Okt 2025)
- Pembentukan tim yang efektif
- Pengembangan fitur dan prototipe aplikasi
- Uji coba terbatas, pembuatan pedoman, dan sosialisasi
2. Jangka Menengah (Nov 2025–Jun 2026)
- Pengembangan fitur baru untuk meningkatkan stabilitas dan utilitas
3. Jangka Panjang (Juli 2026 hingga akhir)
- Memasukkan fitur penilaian kinerja ke dalam sistem evaluasi menyeluruh
Memberikan Dukungan untuk Reformasi Birokrasi dan SPBE
SIMONEV PENA memberikan daya ungkit untuk meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi, Nilai SAKIP, Indeks SPBE, dan Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Publik dengan basis data digital yang valid.
Susilawaty menegaskan bahwa ini bukan hanya proyek administrasi, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun budaya kerja profesional di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Diskominfo Kota Bogor berharap SIMONEV PENA dapat berfungsi sebagai model inovasi untuk memperkuat disiplin pegawai non-ASN di era birokrasi digital.
Inovasi ini diharapkan akan memainkan peran penting dalam mewujudkan Bogor yang beres dalam tata kelola, maju dalam teknologi, dan cerdas dalam kualitas layanan publik. Ini akan memungkinkan pengawasan real-time, penilaian yang objektif, dan peningkatan budaya kerja. (***)