RADAR BOGOR — Pemerintah Kota Bogor mulai gencar memperkenalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN, sebagai salah satu yang digunakan untuk bansos.
DTSEN sendiri, dijelaskan dalam Instagram Pemerintah Kota Bogor, sebuah sistem pendataan terpadu yang dirancang untuk memastikan program sosial dan ekonomi atau bansos dapat menjangkau warga secara lebih tepat sasaran.
Penerapan DTSEN ini menjadi sorotan publik Kota Bogor, terutama karena DTSEN disebut mampu menjawab persoalan klasik dalam penyaluran bansos: data tidak akurat, tumpang tindih antar-instansi, hingga potensi salah sasaran.
Melalui DTSEN, pemerintah dapat menyatukan berbagai sumber data dari tingkat kelurahan hingga nasional.
Artinya, setiap bentuk bantuan mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan akan menggunakan data yang sama, mutakhir, dan terverifikasi.
Selama ini, banyak warga mengeluh karena proses verifikasi bantuan memakan waktu lama.
Beberapa bahkan harus mengulang validasi data karena perbedaan catatan antar instansi.
DTSEN hadir untuk menghapus masalah tersebut. Tidak ada lagi data ganda, proses verifikasi lebih cepat dan efisien, pelayanan publik jadi lebih mudah.
Dengan sistem ini, petugas di lapangan tidak perlu mengecek ulang data berkali-kali, sehingga waktu pelayanan semakin singkat.
Pemkot Bogor juga mengajak warga untuk ikut berperan dalam suksesnya DTSEN, terutama melalui tiga langkah penting:
1. Memastikan data kependudukan selalu diperbarui di kelurahan.
Baca Juga: Memasuki Musim Hujan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Lakukan Mitigasi
2. Berpartisipasi saat ada pendataan lapangan oleh petugas resmi.
3. Memberikan informasi yang benar agar bantuan tepat sasaran.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting, mengingat keakuratan data menjadi kunci keberhasilan DTSEN.
Lebih dari sekadar proyek pendataan, DTSEN menjadi landasan bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih presisi di bidang kesehatan, pendidikan, UMKM, dan layanan sosial.
Jika berjalan optimal, program tersebut dipercaya akan mendukung terwujudnya Kota Bogor yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.