RADAR BOGOR - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Bogor, Selasa 18 November 2025. Imbasnya dua insiden pohon tumbang terjadi di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan insiden itu pertama terjadi di wilayah Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Pohon setinggi 20 meter di lokasi itu tumbang.
“Itu pohon ketapang tingginya 20 cm dengan diameter 60 cm. Pohon tumbang itu menutupi akses jalan dan menimpa pos kemanan kopi shop,” jelas Dimas pada Radar Bogor.
Lokasi kedua berada di wilayah Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan. Hanya pohon yang tumbang lebih pendek ketimbang sebelumnya.
“Pohon jenis mindi, tingginya 7 meter sementara diameternya 10 cm. Pohon itu tumbang dan menimpa beberapa motor yang sedang parkir di RS Ummi,” terang Dimas.
Beruntung dari dua insiden itu tidak ada korban jiwa ataupun luka. Dimas mengimbau kepada warga Kota Bogor untuk selalu waspasa melihat pantauan cuaca yang terjadi.
Warga Kota Bogor diminta juga untuk tidak berada di bawah pohon saat hujan melanda. Sebab beberapa pohin yang ada di wilayah ini rentan untuk roboh.
Berdasarkan dari Disperumkim Kota Bogor, total ada 249 pohon yang tergolong kropos. Bahkan tingkat kroposny mencapai lebih dari 40 persen.
“Jadi KTP merah ity bukan rawan tumbang. Tapi tingkat ke kroposannya lebih dari 40 persen. Nah total yang ber KTP merah 249,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti.
Meski begitu, Devi menyebut pihaknya tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah penangan yang dilakukannya. Seperti penebangan ataupun pemangkasan.
Dari 249 pohon sudah ada 53 yang dilakukan penebangan. Sementara sisanya ditangani dengan teknik toping atau dikasib penyanggah pada sisi kiri dan kanan.
“Jadi bedanya pangkas dan tebang itu, kalau pangkas tidak sampai bawah. Kalau tebang itu tidak tumbuh lagi, jadi habis. Total yang sudah kami tebang ada 53,” ucap Devi.
Usia pohon tersebut juga terbilang cukup tua. Bahkan ada yang lebih dari 80 tahun. Jika ditotal secara keseluruhan total pohon di Kota Bogor ada 14 ribu.
Namun yang baru memiliki KTP berjumlah 2.404. Masing-masing dikategorikan kedalam empat bagian. Ada yang ber KTP merah, orange, kuning dan hijau.
“Yang merah tadi sudah 249. Kemudian ber KTP orange atau coklat 162 pohon. KTP kuning 442 KTP Hijau 1551 pohon,” bebernya Devi Kamis (5/11/2025).
Warna KTP itu bertujuan untuk melihat tingkat kekroposannya. Jika sudah parah maka dikategorikan merah sementara yang paling aman itu KTP hijau.
Warga Kota Bogor diimbau untuk selalu waspada. Apalagi belakangan ini curah hujan terbilang cukup tinggi. Kondisi ini disebut berpotensi pada bencana pohon tumbang. (bay)