RADAR BOGOR – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bogor, Selasa 18 November 2025, memicu sejumlah insiden di beberapa wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat empat laporan kejadian, tiga di antaranya merupakan pohon tumbang.
Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 12.00 WIB dari wilayah Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.
Pohon ketapang setinggi 20 meter dengan diameter 60 sentimeter tumbang dan menimpa pos keamanan sebuah kafe di lokasi tersebut.
“Pohon tumbang itu sempat menutup akses jalan, tidak ada korban jiwa maupun luka,” kata Dimas.
Insiden kedua terjadi di area parkir RS Ummi, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, sekitar pukul 11.55 WIB. Pohon jenis mindi setinggi 7 meter roboh dan menimpa beberapa sepeda motor milik pengunjung.
“Assessment sudah dilakukan dan evakuasi selesai pukul 12.45 WIB,” imbuhnya.
BPBD kemudian menerima laporan ketiga sekitar pukul 13.30 WIB dari Asrama Brimob, Kelurahan Lawanggintung, Bogor Selatan.
Pohon kicopong setinggi 12 meter yang tumbuh di bantaran Kali Cibalok tumbang dan mengenai rumah warga bernama Sukarto.
“Evakuasi pohon tidak bisa langsung dilakukan karena debit air sungai masih deras. Dilanjutkan besok,” kata Dimas.
Selain pohon tumbang, satu insiden lain berupa atap rumah roboh terjadi di Jalan Sadane RT 03/RW 02.
Petugas gabungan disebut masih melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan kondisi bangunan dan kebutuhan penanganan.
“Personel kami masih melakukan monitoring di sejumlah titik,” jelas Dimas.
BPBD mengimbau warga Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di dekat pohon besar ketika hujan lebat atau angin kencang.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (uma)
Editor : Alpin.