Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bencana Alam Intai Kota Bogor, Kantor Kelurahan Bakal Jadi Titik Evakuasi

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 18 November 2025 | 17:14 WIB
Salah satu titik bencana alam akibat hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Bogor, Selasa 18 November 2025.
Salah satu titik bencana alam akibat hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Bogor, Selasa 18 November 2025.

RADAR BOGOR - Wilayah Kota Bogor kerap dilanda berbagai macam bencana, baik alam maupun non alam. Pemerintah pun mulai serius menanggapi segala potensi yang terjadi.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pihaknya akan menjadikan kantor kelurahan ataupun kecamatan sebagai titik evakuasi kebencanaan.

“Pada prinsipnya semua kantor pemerintah di wilayah khususnya Kelurahan difungsikan sebagai tempat evakuasi dan titik penanganan darurat kebencanaan,” jelasnya.

Dedie menyebut tidak mesti ada aturan khusus untuk menjadikan kantor kelurahan sebagai titik evakuasi bencana. Sebab, itu merupakan bagian dari langkah pelayanan.

“Tidak perlu pakai aturan khusus tapi melekat pada fungsi layanan,” beber Dedie saat dihubungi Radar Bogor, Selasa 18 November 2025.

Menjadikan kantor kelurahan sebagai titik evakuasi bencana didukung dengan beberapa hal. Pemerintah Kota Bogor disebut Dedie sudah membuat tim kelurahan siaga bencana.

“Iya apalagi setiap Kelurahan di Kota Bogor sudah disiapkan sebagai Kelurahan Siaga Bencana berkoordinasi dengan BPBD,” beber Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Di Kota Bogor sendiri ada 27 kelurahan siaga bencana yang sudah terbentuk. Masing-masing anggotanya adalah pengurus RT, RW tokoh agama hingga para remaja.

Mereka diberi tugas khusus untuk melakukan mitigasi awal bencana, penanggulangan, hingga mencatat atau mendata terkait bencana yang terjadi di masing-masing wilayah.

Berdasarkan catatan BPBD Kota Bogor, sudah ada 821 bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025. Jenisnya beragam, mulai dari angin kencang, hingga bangunan roboh.

Tidak sedikit warga yang menjadi korban atas kejadian tak terduga itu. BPBD mencatat ada 14 warga yang sempat mengalami luka berat dan lima orang meninggal akibat bencana.

Bukan hanya bencana hidrometeorologi, Kota Bogor juga disebut-sebut sebagai lokasi yang diprediksi bakal terdampak ancaman gempa megathrust.

Hal itu terkonfirmasi dari pernyataan yang sempat dilontarkan oleh, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono. Guncangan megathrust disebutnya dapat terasa hingga ke Bogor.

“Iya seluruh wilayah di Jabar Jateng DKI, Banten Lampung Bengkuku Sumatera Selatan (Sumsel) berikut,” beber Daryono saat dikonfirmasi Radar Bogor, beberapa waktu lalu.

Daryono menjelaskan megathrust adalah gempa bumi berkekuatan besar. Guncangan yang diakibatkan oleh bencana ini disebutnya tembus diangka M8,0.

“Iya berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan di wilayah, penempatan titik kumpul dan lokasi aman bencana jadi penting, termasuk adanya potensi tsunami,” terangnya.

Tidak hanya itu, Daryono menerangkan wilayah Kota Bogor juga tersegmentasi oleh jalur aktifitas sesar citarik. Pergerakannya hingga saat ini disebut masih aktif.

Berdasarkan peta informasi Gempa Bumi di Kota Bogor April 2025 lalu, ada dua kecamatan yang tersegmentasi langsung dengan jalur sesar citarik.

“Jika melihat pada data tersebut, maka ada dua kecamatan yang berada pada jalur Sesar Citarik. Yaitu Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Utara,” terang Daryono.

Kondisi itu dipandang mesti segera mendapatkan mitigasi bencana. Mengingat dua kecamatan tersebut adalah area yang memiliki kepadatan penduduk. Bahkan masing-masing mencapai belasan ribu orang.

“Kalau di data kami Kecamatan Bogor Tengah ada sebanyak 13.035 penduduk. Sementara Bogor Utara 11.273 penduduk. Jadi termasuk area padat penduduk,” ujar Daryono.

Daryono menuturkan empat kecamatan lainnya berada cukup jauh dari area jalur Sesar Citarik. Namun dari empat itu ada dua kecamatan yang nyaris tersegmentasi.

Dua wilayah yang dimaksud Daryono ialah Bogor Timur dan Bogor Selatan. Jika mengacu pada Peta Gempa Bumi tadi, keduanya berada pada posisi kanan dari jalur Sesar Citarik.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #bencana alam #dedie a rachim