RADAR BOGOR - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor berhasil masuk finalis Bogorku Bersih.
Juri kehormatan pun sempat mendatangi kantor mereka untuk melakukan penilaian langsung.
Suasana berbeda tampak saat tim juri kehormatan tiba di lokasi. Mereka menelusuri area kantor yang berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektare.
Juri juga mengecek kebersihan taman, halaman, hingga area belakang kantor.
Setiap sudut ditinjau detail, termasuk jalur pedestrian, area kompos, dan ruang terbuka hijau.
Aktivitas pegawai terlihat cukup sibuk sejak pagi untuk mempersiapkan penilaian.
Sejumlah titik ditata ulang, area biopori dicek kembali, dan bank sampah dipastikan beroperasi dengan baik.
“Kita punya luas lahan sekitar 1,1 hektare. Pengelolaan lingkungan kita optimalkan karyawan di sini, tidak hanya petugas kebersihan saja,” ujar Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat.
Karena lingkungan kantor cukup luas, DKPP mengandalkan ratusan lubang biopori sebagai bagian dari pengelolaan air dan sampah.
Lubang-lubang itu tersebar di seluruh area kantor dan dirawat oleh pegawai sesuai penugasannya.
Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu fokus penilaian juri. DKPP memiliki Bank Sampah Verkah yang menjadi pusat pemilahan sampah anorganik.
Untuk sampah organik, DKPP mengolahnya menjadi bokashi dan pupuk cair yang dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan taman dan pertanian kantor. Sebanyak 86 pegawai, terlibat dalam pengelolaan lingkungan tersebut.
“Pengelolaan sampah kita punya Bank Sampah Verkah. Untuk organik kita buat bokashi sama pupuk cair,” jelas Dody.
Lubang biopori menjadi program khusus yang terus dijalankan DKPP.
Melalui program Kemari, pegawai rutin membuat dan merawat biopori di setiap area yang telah ditetapkan.
“Kalau lubang biopori kita buat program Kemari, kegiatan pembuatan lubang biopori yang rutin kami lakukan,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.