RADAR BOGOR - Sejumlah tokoh lintas agama di Kota Bogor melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Dipanenggala Al Hasanah, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu 19 November 2025.
Dalam pertemuan tersebut mereka membahas strategi menjaga persatuan dan kesatuan. Para tokoh agama itu bersepakat untuk menjadikan Bogor sebagai kota toleransi.
Perwakilan Tokoh Katolik, Romo Mikail Endro Susanto mengatakan misi tersebut merupakan amanat langsung dari ulama terkemuka, Habib Luthfi Bin Yahya.
“Beliau bilang negara kita belakangan dihadapkan dengan berbagai macam konflik. Salah satu masalah utama adalah kurangnya persatuan, terutama di kalangan para tokoh agama,” jelas Romo Mikail.
Untuk itu pertemuan kali ini, disebutnya sebagai simbol bahwa nilai toleransi di Kota Bogor masih sangat tinggi. Berkumpulnya para tokoh agama jadi bukti kuat persatuan dan kesatuan.
“Tokoh agama ini menjadi perekat bangsa. Ketika para tokoh agama sudah berjabat tangan dan bekerja sama, saya yakin suasana kedamaian akan tercipta,” beber Romo Mikail.
Tokoh Agama Katolik lainnya, Romo Dion Manopo menjelaskan pertemuan lintas agama ini sebetulnya sudah bukan hal baru. Mereka disebutnya sudah sering menggelar hal serupa.
“Kami ingin menjaga keberlanjutan ini, agar tokoh agama tidak hanya hidup dalam tataran ritual, tetapi juga bisa membawa perubahan dan persatuan bagi masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Perwakilan Islam Ahmad Abdul Wafa menerangkan bersatunya tokoh agam dj Kota Bogor ini diharapnya bisa menjadi contoh bagi para pemuka di wilayah lain.
Jika persatuan antar umat beragama massif dilakukan maka ini akan menjadi gerakan yang bersifat kolektif untuk menetralisir konflik yang berbau sara.
“Dan Kota Bogor harus menjadi tempat di mana semua umat beragama bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati dan menjaga kedamaian,” pungkasnya
Pada awal tahun 2026 mereka akan membuat satu event yang akan dibalut dengan nuansa doa bersama. Serta dikemas pula kegiatan sosial lainnya.(bay)