RADAR BOGOR – Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, meraih juara pertama dalam Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kota Bogor tahun 2025. Prestasi ini sekaligus membuat Cibuluh mewakili Kota Bogor pada ajang tingkat provinsi.
Lurah Cibuluh Cucu Hanapi menjelaskan proses panjang yang dilalui untuk meraih prestasi tersebut. Menurutnya, penilaian Gapura Sri Baduga didasarkan pada lebih dari 140 indikator yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga keumahan.
“Tahap pertama adalah seleksi di tingkat kecamatan melalui penilaian administrasi dengan mengunggah data ke aplikasi yang disiapkan pihak provinsi. Cibuluh lalu berhasil lolos mewakili kecamatan untuk masuk seleksi tingkat kota,” kata Cucu Hanapi kepada Radar Bogor, Kamis, 20 November 2025.
Pada tingkat kota, penilaian dilakukan melalui dua tahap tambahan, yaitu ekspos atau presentasi, dan rechecking ke lapangan. Nilai dari ketiga tahap tersebut diakumulasikan untuk menentukan juara, hingga akhirnya Cibuluh meraih posisi pertama.
Lima Konsep Kerja Unggulan Cibuluh
Dalam lomba ini, Cibuluh menampilkan lima konsep kerja unggulan. Pertama, SIMA atau silaturahmi bersama, yang mengedepankan kegiatan untuk memperkuat hubungan antarwarga, aparatur, dan tokoh masyarakat.
Kedua, kerja bakti bersama yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memberantas sarang nyamuk dan kegiatan sosial lain.
Ketiga, PETAKU atau kepedulian terhadap warga tidak mampu, yang mana kelurahan berupaya membantu warga kurang mampu melalui koordinasi dengan RT, lembaga setempat, dan dinas terkait.
Keempat, TOHAGA yang berfokus pada pemberdayaan warga melalui tanaman obat dan tanaman hias, sekaligus meningkatkan keindahan lingkungan.
Kelima, CANTIK, yaitu pengecatan tembok dan gang dengan konsep edukatif dan estetik agar ruang publik menjadi lebih menarik sekaligus sarana pendidikan.
Selain lima konsep kerja tersebut, Cibuluh juga menonjolkan inovasi program unggulan Cinta Itu Penting, atau kepanjangan Cibuluh Tuntaskan Ikhtiar Penanganan Stunting. Program ini memiliki lima sub-kegiatan, antara lain:
Sehat Cantik Pas yang memberikan edukasi kesehatan bagi remaja dan calon pengantin bekerja sama dengan KUA dan Puskesmas. Duta Besti yaitu edukasi ibu dan balita bebas stunting, memberikan pemahaman pencegahan sejak dini.
Dan Pemadam Asing artinya pemberian makanan pendamping sesuai rekomendasi Puskesmas untuk anak-anak yang berisiko stunting.
“Prinsip kami adalah pencegahan lebih diutamakan daripada penanganan. Dengan intervensi dini ini, kami berharap kasus stunting di wilayah Cibuluh bisa diminimalkan,” jelas Cucu Hanapi.
Cucu menambahkan, program yang sudah berjalan ini akan menjadi fokus utama jika Cibuluh lolos ke tingkat provinsi. Inovasi baru kemungkinan tidak akan ditampilkan untuk mempermudah penyampaian prestasi yang sudah terbukti.
“Untuk persiapan di tingkat provinsi, kami menekankan program yang memang sudah kami jalankan, ini memudahkan kami menjelaskan keberhasilan dan dampaknya,” tuturnya.
Dengan prestasi ini, Cibuluh diharapkan bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Bogor, tidak hanya dari segi inovasi administratif, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sosial dan lingkungan.(uma)