RADAR BOGOR - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin mantap untuk direalisasikan. Pemerintah Kota Bogor sudah menyelesaikan dua syarat utama untuk keberlangsungan program tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto menjelaskan syarat pertama yakni produksi sampah harus mencapai 1.000 ton dalam sehari dan kedua luas lahannya minimal 5 hektare.
“Dua persyaratan itu sudah kami penuhi, ini bentuk komitmen, berkolaborasi dengan Pemkab Bogor, untuk sampah dari kota 500 ton sementara dari Kabupaten 1.000 ton,” jelas Deni kepada Radar Bogor.
Deni menerangkan program PSEL ini digawangi oleh pemerintah pusat, bahkan secara regulasi sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109, sehingga Pemkot Bogor cukup serius untuk melaksanakannya.
Realisasi program PSEL di Kota Bogor sedang dalam tahapan bidding, langkah ini dilakukan antara Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Danantara dan Kementrian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM).
“Mereka melakukan pemilihan siapa teknologinya dan bagaimana investasinya kemudian BPUP nya, artinya investor yang nantinya membawa teknologi itu dipilih dulu,” terang Deni, Jumat, 21 November 2025 sore.
Setelah tahapan tersebut rampung, mereka akan segera membangun fasilitas atau alat pendukung PSEL. Rencananya akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.
“Mudah-mudahan kalau selesai biddingnya bisa dimulai tahun 2026, yang dimaksud dimulai ini yaitu kontruksi pembangunan atau fasilitas PSEL nya dan 2028 nanti sudah bisa beroprasi,” beber Deni.
Di tanah seluas 5 hektare itu akan dibangun semacam gedung atau hanggar, di dalamnya juga dilengkapi insenerator dalam sekala besar, termasuk peralatan yang mendukung pengubahan sampah menjadi energi listrik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bogor, listrik yang dihasilkan lewat program PSEL ini yaitu 15 Megawat (MW). Alirannya bisa digunakan 20 hingga 22 ribu rumah yang ada di Bogor.
“Listriknya langsung masuk ke PLN salurannya ke mana itu bagian dari tugas mereka, dan seberapa besarnya itu yang jelas tadi skala ekonominya begitu 1000 ton,” pungkasnya.(bay)