RADAR BOGOR - Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor berganti. Sementara waktu, jabatan strategis tersebut diemban oleh dr Sri Nowo Retno.
Retno bakal menduduki posisi Dirut RSUD Kota Bogor maksimal 6 bulan. Direntan waktu itu, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan diberi tugas khusus.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan pihaknya telah menugaskan Retno untuk mendalami persoalan yang terjadi pada tubuh manajemen RSUD Kota Bogor.
“Iya harus mampu mengidentifikasi masalah di internal dan eksternal termasuk pembiaayan yang selama ini masuk rencana anggaran belanja bulanan,” tegas Jenal.
Jenal menyebut, kondisi keungan di RSUD Kota Bogor hingga saat ini masih defisit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, total hutangnya sempat menyentuh Rp91 miliar.
Kondisi itu dipandang tidak bisa terus dibiarkan. Sebab fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah terhadap rakyatnya.
“Kami sebagai pemerintah ingin bahwa defisit obat defisit betadine kesiapan operasi, saya harap tahun depan sudah est publish,” jelas Jenal pada Radar Bogor.
Kondisi itu diakui Jenal berpengaruh pada kualitas pelayanan kesehatan yang ada. Ada beberapa hal yang hanya bisa dilayani secara terbatas.
“Beberapa aman tapi dengan kondisi yang sangat terbatas. Jadi kami sangat berupaya untuk tetap bisa melayani dengan situasi defisit keungan dan obat-obatan,” ucap Jenal.
Pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Kota Bogor akan memberikan subsidi tambahan, untuk menanggulangi persoalan finansial di RSUD Kota Bogor.
“Beberapa skema pembiayaan tahun depan insya allah kita subsidi, usulannya 20 miliar cuma kita belum tau karena kondisi keuangan kita defisit juga,” terang Jenal.
Apabila usulan itu tidak bisa dipenuhi, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan sejumlah skema baru.
Salah satunya dengan mengoptimalkan pendapatan dari warung-warung di RSUD Kota Bogor.
“Iya termasuk potensi pendapatan dari warung-warung di dalam, itukan ada kios kios yang disewakan akan kita coba maksimalkan," katanya.
"Yang pasti kita terus berupaya untuk mencari alternatif pembiayaan selama tidak membentur regulasi yang ada,” pungkasnya (bay)
Editor : Yosep Awaludin