RADAR BOGOR – Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, meraih juara 2 dalam Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kota Bogor 2025.
Capaian ini mengukuhkan rekam jejak inovasi pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan Tegallega secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, menjelaskan langkah menuju tingkat kota berawal dari kemenangan Tegallega sebagai juara pertama di tingkat Kecamatan Bogor Tengah. Ini awal yang mengantarkan mereka meraih juara 2 tingkat kota Bogor.
“Awalnya, Kelurahan Tegallega menjadi juara di tingkat kecamatan. Setelah itu kami mewakili kecamatan untuk dilombakan lagi di tingkat kota,” ujar Hardi.
Proses penilaian berlangsung sejak Juli hingga September 2025, meliputi seleksi administrasi, ekspos di hadapan juri, dan turun ke lapangan. Di tingkat kota, enam kelurahan bersaing memperebutkan posisi tiga besar.
Setelah tahap akhir, Cibuluh keluar sebagai juara 1 dan berhak mewakili Kota Bogor ke tingkat Provinsi Jawa Barat, disusul Tegallega sebagai juara 2 dan Lawang Gintung sebagai juara 3.
Hardi menegaskan kompetisi ini tidak hanya menilai kebersihan lingkungan. Penilaian mencakup kelengkapan administrasi, program pemberdayaan, serta inovasi yang sudah berjalan dan memberi dampak nyata.
“Kaitannya sebenarnya dengan kinerja kelurahan; sejauh mana kelurahan berinovasi dalam pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Dalam lomba ini, Tegallega mengajukan empat inovasi utama dari RW berbeda, semuanya merupakan program yang telah berjalan lama.
Contohnya di RW 01 dengan Kampung Literasi Mandiri Sampah (KLMS). Program pengelolaan sampah yang melibatkan mantan anak punk sebagai petugas.
"KLMS baru-baru ini ditetapkan Kemendikbudristek sebagai program inovasi nasional. Ini rencananya akan jadi projek percontohan," ungkapnya.
Lalu RW 02 dengan Kelompok Tani Dewasa (KTD) SEHATE. Pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi kebun produktif dengan hasil panen yang dibagikan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan stunting.
"Program ini telah diakui hingga tingkat Polda Jabar dengan meraih juara di lombanya," jelasnya.
Tak sampai di situ, di RW 07 juga memiliki Bank Sampah yang dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga.
Program ini mampu mendorong sekitar 130 warga melakukan “graduasi mandiri” dari penerima bansos karena memiliki pendapatan tambahan dari hasil bank sampah.
Kemudian RW 09 sejak beberapa tahun silam memiliki Inovasi sistem Keamanan Berbasis Teknologi. Warga memasang Wi-Fi swadaya yang menghasilkan titik CCTV gratis di lingkungan.
Kini terdapat 11 CCTV lengkap dengan pengeras suara, yang menurunkan angka kriminalitas secara signifikan sejak 2020.
“Semua program ini lama. Bukan viewer atau program dadakan untuk lomba. Kelurahan hanya memfasilitasi dan membuatkan SK, sementara inovasinya murni dari masyarakat,” tegas Hardi.
Tegallega sendiri memiliki 19.505 jiwa dan 6.310 KK di atas lahan 160,6 hektare. Kepadatan ini menjadi tantangan dalam merumuskan inovasi.
“Kami tidak mungkin membuat program yang butuh lahan luas. Jadi kami maksimalkan lahan sempit untuk program yang manfaatnya besar,” ujar Hardi.
Hardi menjelaskan inovasi ini telah menuai pujian dari tim juri yang menilai Tegallega mampu menjadi kawasan percontohan.
Saran yang diberikan lebih kepada peningkatan sosialisasi administrasi dan penambahan dokumentasi foto kegiatan. “Secara umum dokumentasi foto dan video sudah lengkap,” tambahnya.
Ke depan, Tegallega tengah mengembangkan beberapa inovasi baru, antara lain program PAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) bersama PKK.
Sosialisasi untuk mencegah pernikahan anak, serta program Tolak Pemakaian Narkoba yang bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Seluruh inovasi ini disebut berjalan tanpa dana APBD. Kegiatan dilakukan melalui swadaya masyarakat dan kemitraan dengan berbagai pihak.
“Ini kegiatan Non-APBD. Banyak bantuan masuk karena programnya sudah berjalan. KLMS didukung PDAM dan Kemendikbudristek, KTD dan Bank Sampah juga mendapat pengakuan dari pihak luar,” jelas Hardi.
Dengan torehan juara 2 tingkat Kota Bogor dan rangkaian inovasi yang terus berkembang, Tegallega memperkuat posisinya sebagai kelurahan yang aktif mendorong partisipasi warga dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Kelurahan Cibuluh selaku juara 1 akan mewakili Kota Bogor pada lomba tingkat Provinsi Jawa Barat. (uma)
Editor : Yosep Awaludin