RADAR BOGOR – Kantor Badan Pertanahan Nasional atau BPN Kota Bogor optimistis merealisasikan target penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB Rp258 miliar hingga akhir tahun 2025.
Kepala BPN Kota Bogor, Akhyar Tarfi mengatakan dengan menyisakan satu setengah bulan, realisasi penerimaan saat ini telah menyentuh angka 90 persen.
Walau belum mencapai 100 persen per November 2025 ini, tren penerimaan menunjukkan grafik positif.
"Kita targetkan seperti tahun lalu sekitar Rp258 miliar dari BPHTB, peralihan hak atas tanah, dan sumber lain dari BPN Kota Bogor," ujar Akhyar, usai kegiatan Gebyar Pajak Daerah 2025 di Fullbelly Eats, Bogor Utara, Jumat 21 November 2025.
Guna mengejar sisa target tersebut, Akhyar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral sesuai arahan Wali Kota Bogor. Pihaknya berkomitmen untuk menggenjot sisa target dalam waktu yang tersisa.
Apalagi BPN tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT/Notaris), hingga aparat wilayah seperti Camat.
Strategi utama yang dilakukan di penghujung tahun ini adalah gencar melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada wajib pajak (WP). Ini agar segera menunaikan kewajibannya sebelum pergantian tahun.
"Kami akan memberikan sosialisasi pemahaman kepada masyarakat, bekerja sama dengan Bapenda dan stakeholder terkait," katanya.
"Ini supaya animo masyarakat membayar BPHTB terkait perolehan hak atas tanahnya bisa betul-betul dilaksanakan tepat waktu," jelasnya.
Akhyar menambahkan, sinergitas antara BPN Kota Bogor dan Pemkot Bogor menjadi kunci vital. Dengan sisa waktu yang ada, ia yakin target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat terpenuhi.
"Makanya tadi Pak Wali menyampaikan kepada kita semua untuk berupaya bersama-sama. Dengan kolaborasi yang kuat, mudah-mudahan target sektor pertanahan, khususnya BPHTB ini bisa tercapai 100 persen di tahun 2025," pungkas Akhyar. (uma)
Editor : Yosep Awaludin