Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menilik Semarak Bogorku Bersih, Supporter Sampai Bawa Alat Musik Tradisional ke IICC

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 24 November 2025 | 21:24 WIB
Rombongan RT 06 RW 07 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor hadir dalam malam Anugerah Bogorku Bersih 2025 dengan membawa alat musik di IICC Bogor, Senin, 24 November 2025.
Rombongan RT 06 RW 07 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor hadir dalam malam Anugerah Bogorku Bersih 2025 dengan membawa alat musik di IICC Bogor, Senin, 24 November 2025.

RADAR BOGOR - Awarding Bogorku Bersih di International IPB Convention Center (IICC) Botani Square, Kota Bogor, menjadi ajang penuh keceriaan, Senin 24 November 2025 malam.

Event Bogorku Bersih ini menjadi ruang unjuk kebanggaan masyarakat Kota Bogor terhadap lingkungannya.

Sorotan lampu panggung yang menari di tengah gedung membuat suasana terasa hidup dan meriah. Riuh tepuk tangan dan yel-yel suporter terdengar hampir tanpa jeda, bak menonton kompetisi besar antar wilayah.

RT06 RW07 menjadi salah satu rombongan yang langsung mencuri perhatian begitu memasuki arena. Mereka datang dengan energi penuh, menunjukkan semangat besar untuk mendukung partisipasi wilayahnya.

Ada yang berangkat dari rumah dengan berjalan kaki, ada yang berlari, dan bahkan ada yang naik ojek demi tiba tepat waktu.

Semua dilakukan untuk memastikan Bogorku Bersih bukan sekadar kompetisi, tapi bentuk kebanggaan menjaga lingkungan.

“Ada yang jalan kaki, lari naik motor ojeg karena memang semangat mereka luar biasa sekali,” kata Ketua RW 07 Kelurahan Empang, Yayat Odoy.

Bagi warga RT06 RW07, Bogorku Bersihb ini bukan pengalaman baru. Mereka sudah ikut sejak lima tahun terakhir dan selalu tampil konsisten sebagai finalis.

Wilayahynya tak pernah absen ada di tiga besar. “Sudah sering ini sudah tahun kelima. Alhamdulillah tiga besar terus kali belum juara satu mah terus aja,” ujarnya.

Yang membuat rombongan ini makin menonjol adalah alat musik tradisional Sunda yang mereka bawa.

Dog-dog reog dibunyikan di sepanjang dukungan sebagai identitas budaya wilayah.

Yayat menjelaskan bahwa dog-dog reog merupakan kesenian yang kini mulai jarang dikenal anak muda.

Maka membawa alat musik tradisional ini bukan hanya hiburan, tapi juga langkah kecil menjaga warisan seni di ruang yang tak lagi sering memberi tempat bagi tradisi tersebut.

“Ini bawa alat musik tradisional Sunda namanya dog-dog reog. Salah satu kesenian yang memang sangat langka dan anak muda nyaris tidak kenal ini,” jelasnya.

Tradisi tampil dengan seni musik pun bukan hal baru bagi mereka. Tahun-tahun sebelumnya, mereka bahkan membawa perangkat yang lebih lengkap mulai dari calung hingga doglung.

Bagi warga Empang, panggung Bogorku Bersih adalah ruang selebrasi, ruang edukasi, dan ruang untuk menunjukkan bahwa gerakan menjaga lingkungan bisa dibungkus dengan seni dan kebersamaan.

Di sinilah kompetisi kebersihan terasa bukan sekadar penilaian, tapi perayaan hidup bersama sebagai warga kota.

“Iya setiap tahun kami memang begini. Biasanya bawa alat musik lebih lengkap kaya calung dan doglung, reog dan calung,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #bogorku bersih #alat musik tradisional