RADAR BOGOR – Gelaran Lomba Bogorku Bersih 2025 resmi berakhir pada Senin malam 24 November 2025 melalui helatan anugerah di IICC, Botani Square.
Tahun ini menjadi penanda satu dekade program Bogorku Bersih yang digagas Radar Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor.
Sebanyak 812 peserta berpartisipasi dalam enam kategori lomba Bogorku Bersih 2025. Mulai dari Pemukiman Teratur, Pemukiman Swadaya, Pemukiman Tepi Sungai, Sekolah (SD dan SMP), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Bank Sampah. Seluruh kategori menetapkan juara 1, 2, dan 3.
Penanggung Jawab Bogorku Bersih, Nihrawati AS, menyebut tingginya jumlah peserta tahun ini mencerminkan meningkatnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menegaskan, sepuluh tahun perjalanan Bogorku Bersih merupakan bukti kolaborasi warga, pemerintah, akademisi, dan berbagai komunitas mampu menciptakan perubahan nyata.
“Program Bogorku Bersih di tahun 2024 diikuti oleh 812 peserta yang terdiri dari 680 RT, perwakilan sekolah SD dan SMP, OPD, serta unit bank sampah. Ini perjalanan panjang dan hasil gotong royong banyak pihak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh juri, akademisi, komunitas, sponsor, dan DPRD Kota Bogor yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan program.
Nihrawati berharap momentum ini menjadi awal penguatan kembali kolaborasi antarpihak untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan Kota Bogor.
“Untuk para peserta, selamat atas kemenangannya. Semoga RT yang juara bisa menularkan semangatnya ke wilayah sekitarnya, dan sekolah-sekolah dapat menjadikan ini sebagai keberlanjutan upaya menjaga Bogor lebih bersih,” ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, mengatakan Bogorku Bersih berperan penting menjaga konsistensi kebersihan kota.
Selama tujuh tahun mendampingi program tersebut, ia menyaksikan bagaimana budaya bersih mulai tumbuh dari tingkat RT hingga sekolah.
“Kalau Bogor bersih, tidak ada yang memuji. Tapi kalau Bogor kotor, siap-siap dimaki. Karena itu kami terus menjaga ritme kerja, termasuk pasukan kuning,” ujar Denni.
Ia menambahkan, meski jumlah peserta yang dinilai kini lebih sedikit dibanding tahun-tahun awal, kualitas penilaiannya ditingkatkan.
Menurutnya, kolaborasi antara DLH dan Radar Bogor membuat Bogorku Bersih menjadi rujukan kota-kota lain yang ingin belajar menjaga konsistensi partisipasi warga.
"Mudah-mudahan Bogor menjadi lebih baik lagi. Nanti saya hanya bisa menonton, tapi saya yakin Bogor akan semakin hebat. Kota Bogor luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan kekuatan utama Bogorku Bersih adalah kolaborasi masyarakat dan birokrasi.
Ia juga memaparkan proses panjang pengelolaan sampah di Kota Bogor, termasuk sejarah perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga hingga peluang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
“Semua orang Bogor pasti cinta kebersihan. Kekuatan masyarakat dan birokrasi ini menjadi modal besar. Tahun ini Presiden Prabowo Subianto sudah mencanangkan pembangunan PSEL, dan Bogor ada di peringkat pertama dari lima daerah prioritas,” ujar Dedie.
Menurutnya, kesiapan lahan, manajemen sampah, serta kesadaran warga menjadi faktor yang membuat Bogor dipilih sebagai percontohan.
Dia pun berharap agar gerakan ini mampu melahirkan semakin banyak kampung, sekolah, dan komunitas yang memiliki komitmen menjaga lingkungan.
“Insya Allah, 2030 Bogor akan jauh lebih bersih dari hari ini. Ini perjuangan bersama. Semua unsur bergerak, dari sekolah, TPS 3R, bank sampah, hingga warga di lingkungan masing-masing. Kesadaran inilah yang jadi kekuatan besar Bogor,” ucapnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin