Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Masih Rendah, RSIA Pasutri Kota Bogor Ingatkan Bahaya Kanker Serviks pada Usia Muda

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 25 November 2025 | 13:53 WIB
Diskusi edukasi Kanker Serviks yang digelar RSIA Pasutri Bogor untuk memperingati HKN 2025.
Diskusi edukasi Kanker Serviks yang digelar RSIA Pasutri Bogor untuk memperingati HKN 2025.

RADAR BOGOR - Dalam diskusi yang digelar RSIA Pasutri Bogor untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, mencuat kasus kanker serviks ternyata tidak hanya menyerang perempuan dewasa, tetapi juga usia muda hingga 20 tahun.

Diskusi yang berlangsung di Aula Srigunting, RSIA Pasutri, Selasa 25 November 2025 ini mengangkat tema 'Deteksi Dini Kanker Serviks, Selamatkan Perempuan Indonesia'.

Humas RSIA Pasutri, Maisyaroh, mengatakan edukasi kesehatan merupakan pilar utama pencegahan penyakit, terutama yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan, sepertir kanker serviks.

RSIA Pasutri secara rutin menggelar kegiatan serupa karena percaya edukasi adalah langkah pertama mencegah penyakit.

"Seminar ini kami hadirkan agar perempuan dan keluarga memahami pentingnya pemeriksaan sejak dini,” ujarnya.

May menjelaskan, seluruh dokter di RSIA Pasutri terlibat dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan.

Pada kegiatan ini, manajemen menyediakan layanan pemeriksaan gratis berupa Pap smear, USG kandungan, pemeriksaan kepadatan tulang, serta voucher scaling gigi. “Ini bentuk nyata kepedulian kami dalam meningkatkan deteksi dini kanker serviks,” katanya.

Ia menekankan komitmen tersebut sejalan dengan arahan pimpinan rumah sakit, Direktur RSIA Pasutri dr. Dhima Paramita Oktacynara, serta owner dr. Boyke yang dikenal sebagai edukator kesehatan reproduksi.

“Beliau selalu mengingatkan pentingnya kesadaran kesehatan sejak dini. Saat kita sehat, kita sering lupa memeriksakan diri, tetapi ketika sakit, kita hanya ingin kembali sehat. Itulah mengapa pencegahan harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ragam Pesona S, mengungkapkan fakta mengkhawatirkan kanker serviks kini banyak ditemukan pada usia produktif yang sangat muda.

Dia bahkan pernah menemukan kasus kanker serviks pada perempuan usia 20 tahun. "Sebagian besar terjadi karena aktivitas seksual dimulai terlalu dini, bahkan ada pasien yang sudah aktif sejak usia 12 tahun,” ungkapnya.

Ia juga menyebut pernah menangani remaja 14 tahun yang telah menjalani operasi sesar dua kali akibat kehamilan usia muda. Kondisi ini disebut dapat memperbesar peluang terkena kanker serviks.

“Angka kehamilan dan aktivitas seksual usia muda cukup tinggi, sementara pengetahuan mereka tentang risiko kanker serviks masih sangat lemah," tuturnya.

"Kurangnya pemahaman membuat mereka tidak aware dan tidak takut terhadap risiko hubungan seksual usia dini,” jelasnya.

Lebih jauh, dr. Ragam menjelaskan pentingnya skrining rutin. Untuk perempuan yang sudah aktif seksual, pemeriksaan Pap smear atau IVA sangat disarankan.

Sementara bagi yang belum aktif, vaksin HPV menjadi langkah utama pencegahan. Pada usia lanjut, pemeriksaan USG, kuret, hingga biopsi dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan sel kanker.

“USG tidak hanya untuk memeriksa kehamilan. Dari USG, keganasan di rahim atau indung telur juga bisa terdeteksi,” katanya.

Ia berharap para peserta yang merupakan kader dan masyarakat umum dapat menyebarkan kembali informasi ini ke lingkungan mereka. Apalagi sekarang vaksin HPV sudah diberikan kepada anak-anak sekolah oleh pemerintah

“Harapan kami, ilmu yang disampaikan hari ini bisa menjangkau lebih banyak keluarga, sehingga angka kanker serviks dapat ditekan,” ujarnya.

Kegiatan “Pasutri Sharing Session” ini mendapat respons tinggi dari peserta. Selain seminar, layanan kesehatan gratis yang diberikan RSIA Pasutri menjadi daya tarik tersendiri dan diharapkan mampu mendorong perempuan lebih peduli melakukan pemeriksaan rutin sebelum terlambat. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #rsia #kanker serviks