Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tekan Kasus DBD, Pemkot Bogor Ajak Masyarakat Lakukan PSN dengan Gerakan 3M Plus

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 25 November 2025 | 15:24 WIB
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah atau DBD.
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah atau DBD.

RADAR BOGOR - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Meski masih terkendali, upaya pencegahan kasus DBD di Kota Bogor terus digencarkan.

“DBD masih menjadi ancaman setiap tahun sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno.

Pemerintah Kota Bogor mendorong masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus.

Upaya ini dinilai paling efektif dalam menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

“Gerakan 3M Plus ini harus dilakukan rutin seminggu sekali di rumah masing-masing,” ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, Selasa 25 November 2025.

Menguras penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas menjadi langkah dasar yang wajib dilakukan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk.

“Kebiasaan sederhana seperti memasang kawat kasa atau memakai losion antinyamuk sangat membantu,” tutur Retno.

Dinas Kesehatan juga memperkuat edukasi pada masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

Kader jumantik di setiap wilayah diminta aktif memantau dan melaporkan kondisi lingkungan.

“Kami mengajak warga menjadi pengawas mandiri agar jentik tidak berkembang di rumah sendiri,” ujarnya.

Pengendalian vektor secara kimia dilakukan dengan fogging fokus hanya pada lokasi yang memenuhi syarat epidemiologi.

Hal ini dilakukan agar fogging tepat sasaran dan tidak disalahartikan sebagai satu-satunya solusi.

“Fogging bukan solusi utama, yang lebih penting adalah memutus siklus nyamuk di sarangnya,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah menyalurkan larvasida atau abate untuk penampungan air warga.

Upaya biologis dan fisik di lapangan juga dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami memfasilitasi kebutuhan abate untuk masyarakat agar pengendalian dapat berjalan merata,” kata Retno.

Dinas Kesehatan juga memperkuat sistem surveilans untuk deteksi dini peningkatan kasus.

Setiap Puskesmas diminta melakukan pelaporan cepat jika terjadi lonjakan di wilayahnya.

“Deteksi dini penting agar pemerintah dapat segera melakukan langkah pengendalian,” ujarnya.

Perubahan iklim dan curah hujan tinggi dinilai dapat meningkatkan risiko kasus DBD.

Karena itu masyarakat diminta tidak lengah terutama pada musim pancaroba.

“Kami mengimbau warga lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan pada perubahan musim,” ucapnya.

Dengan gerakan bersama, pemerintah optimistis kasus DBD di Kota Bogor dapat terus ditekan.

Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama mengurangi penyebaran penyakit ini.

“Kolaborasi pemerintah dan warga menjadi faktor paling menentukan dalam menekan kasus DBD,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#Gerakan 3M Plus #kasus dbd #pemkot bogor