Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kinerja Penurunan Stunting Diapresiasi, Kota Bogor Dapat Penghargaan dari Kemendagri

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 26 November 2025 | 14:47 WIB
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri, Chaerul Dwi Sapta menyerahkan penghargaan kepada Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri, Chaerul Dwi Sapta menyerahkan penghargaan kepada Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

RADAR BOGOR - Kota Bogor, kembali mencatat prestasi di tingkat nasional terkait percepatan penurunan stunting.

Penghargaan diberikan setelah kinerja daerah dinilai konsisten dalam pengendalian dan pencegahan kasus.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri, Chaerul Dwi Sapta kepada Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Diseminasi Penandaan, Pelacakan, dan Evaluasi Anggaran Intervensi Gizi di Green Forest Hotel, Selasa 25 November 2025.

“Kemendagri mengadakan diseminasi terhadap penurunan angka stunting di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Hari ini kami juga memberikan penghargaan kepada lima kabupaten/kota yang berkinerja baik dari 197 kota/kabupaten untuk tahun 2024 (termasuk Kota Bogor),” jelas Chaerul.

Chaerul menegaskan pemerintah daerah perlu memperkuat kontrol administrasi perencanaan program, terutama bagi OPD yang menangani stunting.

Ia menyebut tagging anggaran menjadi instrumen penting untuk memastikan sasaran lebih tepat.

“Tagging anggaran yang kita lakukan secara top-down bisa mengontrol sasaran bagi pemda dalam penanganan stunting. Bukan hanya biaya dukungan, tapi sasaran kepada masyarakat yang terdampak stunting maupun upaya pencegahannya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peran camat dan lurah akan ditingkatkan pada tahun depan guna mendukung pendataan yang lebih akurat.

Kota Bogor turut diapresiasi karena dinilai aktif memperkuat pendataan di wilayah.

“Memang ini harus dilakukan secara bersama-sama. Terutama komitmen kepala daerah dalam mendukung kinerja OPD,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan daerah masih membutuhkan pedoman yang lebih konkret dalam pelaksanaan program penurunan dan pencegahan stunting.

Ia menyoroti adanya perbedaan data antara hasil pendataan daerah dan survei nasional.

“Kota Bogor juga kadang mengalami sedikit miss antara data yang kami punya dengan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) atau Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Data terakhir hasil bulan penimbangan bayi masih ada sekitar 1.491 anak stunting, namun data lain berbeda,” ungkap Jenal.

Jenal mengapresiasi penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kerja Pemkot Bogor.

Ia berharap sistem pendataan ke depan dapat lebih berorientasi bottom-up agar hasilnya lebih akurat.

“Harapan kami tentu dari diseminasi ini bisa tercipta data yang lebih bottom-up. Karena kami tidak hanya mendata balita, tetapi juga ibu hamil, bayi dua tahun, hingga calon pengantin,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kemendagri #kota bogor #penghargaan #penurunan stunting