Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengawasan Pangan Diperkuat, Pemkot Bogor Pastikan Stok Aman Saat Nataru

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 27 November 2025 | 15:50 WIB
ILUSTRASI: Aktivitas jual beli jelang nataru di sekitaran Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
ILUSTRASI: Aktivitas jual beli jelang nataru di sekitaran Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengawasan pangan di Kota Bogor terus dilakukan.

Pengawasan pangan di Kota Bogor ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Sejumlah langkah strategis disiapkan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada periode libur panjang tersebut.

Penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui tiga urusan utama yakni pangan, pertanian, dan perikanan. Hal itu dituangkan kedalam 11 program.

Di dalamnya mencakup rangkaian kegiatan mulai dari memastikan ketersediaan pangan, keterjangkauan hingga keamanan pangan di lapangan.

“Menjelang Nataru, pengawasan harus lebih kuat agar pasokan tetap aman dan harga tidak bergejolak,” kata Sekretaris DKPP Kota Bogor, Wina.

Berbagai langkah konkret dilakukan seperti Gelar Pangan Murah (GPM), bantuan pangan, serta penyediaan cadangan pangan berupa beras.

Program-program tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban pengeluaran masyaraka menjelang akhir tahun.

Selain itu, DKPP menyalurkan bantuan benih tanaman, bibit ikan, hingga pupuk kepada kelompok masyarakat.

Bantuan tersebut menjadi upaya peningkatan gizi keluarga dan memperluas akses pangan mandiri.

“Upaya ini kami lakukan agar masyarakat tetap memiliki akses pangan yang sehat dan terjangkau selama Nataru,” ujar Wina.

Pemantauan ketersediaan pangan dilakukan melalui penyusunan neraca pangan wilayah yang diperbarui setiap bulan.

Data tersebut penting untuk mendeteksi potensi surplus maupun defisit komoditas pangan yang dapat memicu inflasi.

Menjelang Nataru, inspeksi gabungan digelar ke pasar tradisional dan ritel untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan tetap aman.

Pengawasan ini mencakup pengecekan kelayakan produk, ketersediaan pasokan, dan perkembangan harga.

“Pemantauan ini memastikan stok cukup dan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat,” kata Wina.

Edukasi kepada masyarakat juga diperkuat melalui kampanye diversifikasi pangan, stop boros pangan, serta penerapan pola makan B2SA.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas dan mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam.

Sebagai kota dengan lahan terbatas, Bogor mengoptimalkan urban farming sebagai solusi untuk memperkuat ketersediaan pangan jangka panjang.

DKPP mendorong pemanfaatan lahan semaksimal mungkin melalui komoditas yang mudah dibudidayakan dan bernilai ekonomi tinggi.

“Urban farming menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketersediaan pangan, termasuk menghadapi lonjakan kebutuhan saat Nataru,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#stok pangan #kota bogor #jelang nataru