RADAR BOGOR — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor menyiapkan 50 kegiatan untuk masuk dalam Calendar of Event (CoE) 2026, yang akan resmi diluncurkan pada Desember 2025.
Puluhan agenda tahunan itu disusun sebagai strategi untuk menggenjot kunjungan wisatawan sekaligus menguatkan citra Kota Bogor sebagai kota destinasi budaya dan wisata.
Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyebut Calendar of Event 2026 disusun sebagai upaya memaksimalkan potensi wisata Kota Bogor sepanjang tahun.
Dengan event yang tersusun rapi, diharapkan jumlah wisatawan terus meningkat.
“Harapannya, kunjungan wisatawan ke Kota Bogor naik. Dengan event-event ini, orang datang, menginap, dan menggerakkan sektor ekonomi seperti hotel, restoran, hingga UMKM,” kata Firdaus.
Calendar of Event 2026 rencananya akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat saat peluncuran pada awal Desember.
Dalam agenda tersebut, Disparbud juga akan mempublikasikan Top 10 event unggulan yang menjadi andalan Kota Bogor tahun depan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa sepanjang tahun akan ada kegiatan yang menarik di Kota Bogor. Ini cara kami memperkuat pariwisata,” kata Firdaus.
Sementara itu, Kabid Pemasaran Disparbud Kota Bogor, Aryamehr, mengatakan tahun ini tercatat 50 kegiatan yang mendaftar dari 25 penyelenggara.
Seluruhnya akan dijadwalkan dalam kalender sepanjang 12 bulan. Meski demikian, Disparbud tetap melakukan kurasi untuk menentukan 10 event unggulan yang masuk kategori Top 10.
“Semua event sebenarnya bisa masuk, tapi kami mencari Top 10 untuk ditonjolkan sebagai unggulan Kota Bogor. Penilaiannya dari kualitas, daya tarik, dan potensi menarik wisatawan, baik lokal, regional, maupun internasional,” jelasnya.
Aryamehr menegaskan, kurasi penting dilakukan untuk memastikan setiap event yang masuk CoE memiliki standar kelayakan, kesiapan, serta dampak positif bagi pengembangan pariwisata Kota Bogor.
“Kami ingin setiap event punya kualitas baik, punya nilai budaya, dan bisa mengangkat nama Kota Bogor,” ujarnya.
Namun, tidak semua event tahunan bisa hadir tahun ini. Salah satunya Cap Go Meh, yang biasanya digelar setelah Imlek, namun absen karena bertepatan dengan bulan puasa.
Terkait dukungan dinas, Aryamehr menyampaikan Disparbud tidak memberikan bantuan pendanaan.
Namun dinas akan memperkuat dari sisi kolaborasi, rekomendasi, kemudahan perizinan, hingga mencocokkan waktu pelaksanaan agar tidak bentrok dengan event lainnya.
“Kami memudahkan penyelenggara, termasuk untuk perizinan dan mencari sponsor," ungkapnya. (uma)
Editor : Alpin.