RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan, Kota Bogor memegang peran penting dalam dinamika kawasan Jabodetabek, terutama sebagai penyangga permukiman sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Jakarta.
Hal itu disampaikan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Dalam dokumen tersebut, Dedie menjelaskan, proses suburbanisasi yang berlangsung pesat membuat tekanan terhadap infrastruktur dan lingkungan Kota Bogor semakin meningkat.
Ia menilai, keberadaan jalan tol dan layanan KRL memang mendukung mobilitas warga, namun jumlah kendaraan pribadi yang terus bertambah memicu kemacetan yang kian parah.
Selain itu, ekspansi lahan terbangun yang menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau juga dinilai meningkatkan risiko banjir serta melemahkan daya dukung lingkungan kota.
Meski pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi menjadi dampak positif perkembangan kota, Dedie menilai tantangan besar justru muncul pada sektor tata kelola lingkungan dan infrastruktur.
Baca Juga: Penuh Luka, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Parung Panjang Bogor
Ia menekankan perlunya kebijakan yang lebih kuat dalam mengendalikan alih fungsi lahan melalui optimalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Dedie juga memandang bahwa pengembangan transportasi publik menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.
Sementara itu, pelestarian ruang terbuka hijau disebut harus menjadi prioritas demi menjaga keseimbangan ekologi di tengah laju urbanisasi.
Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Istana, Bahas Banjir Sumatera hingga Subsidi LPG Jelang Nataru
Dalam RPJMD itu, ia menggambarkan bahwa pertumbuhan penduduk dan kebutuhan permukiman akan mendorong perluasan lahan terbangun ke arah selatan dan timur, mendekati perbatasan Kabupaten Bogor.
Tekanan terhadap lahan pertanian dan ruang hijau diperkirakan meningkat seiring berkembangnya kawasan perumahan, komersial, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Baca Juga: Kabar Gembira dari Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Bakal Gratiskan Pajak PBB Hingga Tahun 2029
Dedie juga menyampaikan, proyek infrastruktur transportasi seperti rencana perpanjangan jalur KRL dan pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Bogor–Jakarta akan memperkuat posisi Kota Bogor sebagai kawasan suburban yang semakin diminati para komuter.
Dengan meningkatnya mobilitas dan aksesibilitas tersebut, ia memprediksi sektor ekonomi berbasis jasa dan industri kreatif akan tumbuh lebih cepat dan mengubah struktur ekonomi Kota Bogor yang sebelumnya banyak bergantung pada sektor agraris dan pariwisata.(*)
Editor : Siti Dewi Yanti