RADAR BOGOR - Kota Bogor memiliki karakter topografi yang beragam dan menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Kota Bogor tercatat memiliki wilayah berbukit dengan elevasi mulai dari 190 hingga 330 meter di atas permukaan laut.
Dalam dokumen tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, sebagian besar wilayah Kota Bogor berupa lahan datar dengan tingkat kemiringan 0–8 persen, yang mencakup 10.415,03 hektare dan tersebar di seluruh kecamatan.
Baca Juga: Wali Kota Dedie A Rachim Soroti Peran Strategis Kota Bogor di Jabodetabek hingga Ancaman Urbanisasi
Selain itu, terdapat 651,57 hektare lahan berkemiringan landai 9–15 persen, 63,88 hektare lahan agak curam dengan kemiringan 16–25 persen.
Selain itu 7,10 hektare lahan curam 26–40 persen.
Adapun area dengan kemiringan lebih dari 40 persen kategori sangat curam mencapai 0,84 hektare.
Lahan sangat curam ini tersebar di Kecamatan Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Timur, dan Tanah Sareal.
Sementara Kecamatan Bogor Utara menjadi satu-satunya wilayah yang tidak memiliki lahan dengan kemiringan lebih dari 40 persen.
Bogor Barat tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan longsor tertinggi karena memiliki lahan sangat curam terluas, yakni 0,31 hektare.
Baca Juga: Penuh Luka, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Parung Panjang Bogor
Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Tengah juga masuk kategori rawan longsor, masing-masing memiliki 0,25 hektare lahan sangat curam.
Adapun Bogor Timur dan Tanah Sareal memiliki area sangat curam seluas 0,02 hektare dan 0,01 hektare.
Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Istana, Bahas Banjir Sumatera hingga Subsidi LPG Jelang Nataru
Variasi kontur wilayah ini menjadi perhatian pemerintah daerah Kota Bogor dalam merancang kebijakan mitigasi bencana dan arah pembangunan wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti