Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kontur Berbukit dan Risiko Longsor: Begini Kondisi Topografi Kota Bogor dalam RPJMD 2025–2029

Siti Dewi Yanti • Kamis, 27 November 2025 | 17:43 WIB

KOMPAK : Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bersalaman dengan para tokoh agama.
KOMPAK : Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bersalaman dengan para tokoh agama.

RADAR BOGOR - Kota Bogor memiliki karakter topografi yang beragam dan menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Kota Bogor tercatat memiliki wilayah berbukit dengan elevasi mulai dari 190 hingga 330 meter di atas permukaan laut.

Dalam dokumen tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, sebagian besar wilayah Kota Bogor berupa lahan datar dengan tingkat kemiringan 0–8 persen, yang mencakup 10.415,03 hektare dan tersebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga: Wali Kota Dedie A Rachim Soroti Peran Strategis Kota Bogor di Jabodetabek hingga Ancaman Urbanisasi

Selain itu, terdapat 651,57 hektare lahan berkemiringan landai 9–15 persen, 63,88 hektare lahan agak curam dengan kemiringan 16–25 persen. 

Selain itu 7,10 hektare lahan curam 26–40 persen.

Adapun area dengan kemiringan lebih dari 40 persen kategori sangat curam mencapai 0,84 hektare.

Baca Juga: Jadi Alat Pacu Pariwisata, 50 Event Masuk Jadwal Calendar of Event 2026 Kota Bogor Diluncurkan Desember

Lahan sangat curam ini tersebar di Kecamatan Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Timur, dan Tanah Sareal.

Sementara Kecamatan Bogor Utara menjadi satu-satunya wilayah yang tidak memiliki lahan dengan kemiringan lebih dari 40 persen.

Bogor Barat tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan longsor tertinggi karena memiliki lahan sangat curam terluas, yakni 0,31 hektare.

Baca Juga: Penuh Luka, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Parung Panjang Bogor

Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Tengah juga masuk kategori rawan longsor, masing-masing memiliki 0,25 hektare lahan sangat curam.

Adapun Bogor Timur dan Tanah Sareal memiliki area sangat curam seluas 0,02 hektare dan 0,01 hektare.

Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Istana, Bahas Banjir Sumatera hingga Subsidi LPG Jelang Nataru

Variasi kontur wilayah ini menjadi perhatian pemerintah daerah Kota Bogor dalam merancang kebijakan mitigasi bencana dan arah pembangunan wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#kota bogor #longsor #RPJMD 2025 #dedie a rachim