Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Struktur Geologi Kota Bogor Didominasi Batuan Vulkanik Gunung Salak dan Pangrango, Ini Sebaran dan Luasannya

Siti Dewi Yanti • Kamis, 27 November 2025 | 17:58 WIB

Warga saat berfoto bersama Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan istri.
Warga saat berfoto bersama Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan istri.

RADAR BOGOR - Kota Bogor memiliki karakter geologi yang unik dan kompleks, di mana sebagian besar wilayahnya tersusun oleh batuan vulkanik yang berasal dari Gunung Salak serta Gunung Gede Pangrango.

Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap struktur tanah, potensi bencana, dan arah pemanfaatan ruang di kota tersebut.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menjelaskan, batuan vulkanik dari dua gunung tersebut tersebar terutama di bagian selatan Kota Bogor.

Baca Juga: 2026 Jadi Titik Awal Transformasi Bogor Timur, Pemkab Bogor Mulai Gerakkan Proyek Pusat Ekonomi Baru

Adapun wilayah utara didominasi material hasil pelapukan batuan vulkanik, sementara area di sekitar aliran sungai utama terbentuk dari endapan aluvium berupa pasir dan kerikil.

Pada bagian barat Kota Bogor, wilayahnya dipengaruhi oleh Endapan Lebih Tua yang terdiri atas lahar dan lava mengandung andesit basaltik (Qvpo) yang berasal dari Gunung Pangrango.

Di sisi timur, susunan batuan banyak dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Salak berupa lahar, breksi tufan, lapilli (Qvsb), aliran lava basal (Qvsl), hingga tuf batuapung pasiran (Qvst).

Baca Juga: 7 Bansos Cair Serentak 27 November 2025, KPM Baru Membludak, Banyak yang Kaget Tiba-tiba Dapat BLT Kesra Rp900 Ribu

Sementara itu, area utara Kota Bogor dikuasai oleh kipas aluvium berisi material endapan lanau hingga kerikil (Qav).

Data dari Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perda RTRW 2011–2031 menjelaskan komposisi luas wilayah berdasarkan jenis batuannya.

Batuan gunung api Pangrango mencakup sekitar 3.338,88 hektare, disusul batuan gunung api Salak seluas 1.812,90 hektare.

Baca Juga: Informasi Bansos Terkini! BLT Kesra Rp900.000 Tahap 2 Cair dan Reaktivasi 200 Ribu KPM, Simak Selengkapnya

Breksi dan lava dari Gunung Kencana dan Limo tercatat 49,42 hektare, sementara Formasi Bojongmanik memiliki luasan 42,09 hektare dan Formasi Jatiluhur 39,21 hektare.

Adapun zona terluas adalah kipas aluvium yang mencapai 5.855,92 hektare.

Total keseluruhan wilayah yang dipetakan berdasarkan jenis batuan mencapai 11.138,42 hektare.

Baca Juga: Kontur Berbukit dan Risiko Longsor: Begini Kondisi Topografi Kota Bogor dalam RPJMD 2025–2029

Dengan kondisi geologi yang beragam dan didominasi batuan vulkanik, Pemerintah Kota Bogor menilai, aspek geologi harus menjadi pertimbangan strategis dalam penyusunan tata ruang, mitigasi bencana, dan arah pembangunan jangka panjang. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#kota bogor #RPJMD 2025 #dedie a rachim #Pangrango #gunung salak