Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kota Bogor Alami Kenaikan Suhu dan Penurunan Kelembapan, Berpengaruh terhadap Aktivitas Masyarakat

Siti Dewi Yanti • Jumat, 28 November 2025 | 07:52 WIB

Warga berebut berfoto bersama Wali Kota Bogor, Dedi A Rachim dan istri.
Warga berebut berfoto bersama Wali Kota Bogor, Dedi A Rachim dan istri.

RADAR BOGOR - Perubahan iklim menjadi perhatian, setelah data menunjukkan adanya peningkatan suhu rata-rata di Kota Bogor dalam lima tahun terakhir.

Meski tidak berada di wilayah pesisir, Kota Bogor dinilai tetap berpotensi terdampak perubahan suhu ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di masa mendatang.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan, kenaikan suhu ekstrem merupakan isu penting yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Menyusul? KPM Bogor Bersukacita, KKS BNI Baru Terima Transfer Saldo PKH dan BPNT Tahap Awal

Ia menuturkan, perubahan pola suhu bisa berdampak pada kenyamanan, kesehatan hingga aktivitas harian masyarakat.

Kota Bogor yang dikenal sebagai Kota Hujan memiliki karakteristik iklim tropis basah dengan curah hujan tinggi, suhu sedang, dan kelembapan yang relatif stabil sepanjang tahun.

Namun, data BPS Kota Bogor menunjukkan adanya tren kenaikan suhu tahunan dari 26,0°C pada 2021 menjadi 26,7°C pada 2024.

Baca Juga: Surat Undangan Pengambilan Bantuan Senilai Rp5 Juta Telah Disebar, KPM Wajib Perhatikan Syarat dan Ketentuan

Suhu terendah tercatat pada 2021 dengan 26,0°C, sementara suhu tertinggi terjadi pada 2024 yaitu 26,7°C.

Sementara itu, kelembapan udara memperlihatkan kecenderungan menurun dalam periode yang sama.

Tingkat kelembapan mengalami penurunan dari 84,8 persen pada 2022 menjadi 82,8 persen pada 2024.

Baca Juga: Terjawab, Ini Alasan Kenapa Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 4 Kurang 1 Bulan, Kapan Sisa Pembayaran Dicairkan? Simak Selengkapnya

Nilai terendah terbaca pada 2023 yaitu 81,1 persen, sementara angka tertinggi pada 2022 sebesar 84,8 persen.

Data detail suhu dan kelembapan berdasarkan catatan bulanan selama periode 2020–2024 menunjukkan variasi iklim yang terus berubah.

Baca Juga: Ramai Warga Mundur dari Penerima Bansos setelah Dilabeli Keluarga Miskin, Menteri Sosial Beri Respons Tak Terduga

Seluruh data ini menjadi dasar penting bagi Pemkot Bogor dalam merancang kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan kota. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#kota bogor #suhu #dedie a rachim