RADAR BOGOR - Kondisi memprihatinkan terjadi di Situ Gede, Kota Bogor.
Pantauan Radar Bogor pada Jumat, 28 November 2025, tampak permukaan air di kawasan wisata tersebut tampak surut sehingga memperlihatkan tumpukan sampah yang mengendap di dasar Situ Gede.
Pemandangan itu langsung menjadi perhatian warga maupun pengunjung karena sampah terlihat memenuhi sebagian besar area yang biasanya tertutup air.
Baca Juga: Batamu Space, Kafe Baru di Puncak Bogor dengan Pemandangan Pegunungan Seperti di Bali
Surutnya air membuat berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kemasan makanan, hingga limbah rumah tangga lainnya, muncul ke permukaan.
Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah serta kurangnya fasilitas pendukung di sekitar kawasan situ.
Warga menilai bahwa salah satu penyebab penumpukan sampah adalah minimnya tempat sampah di area sekitar Situ Gede.
"Sebaiknya ada tempat sampah yang cukup sehingga, tak ada yang buang ke Situ Gede," ucap Andini salah satu pengunjung.
Apabila tidak ada solusi, berbagai jenis sampah akan terus bertambah di dalam perairan Situ Gede.
Selain itu, belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di lingkungan sekitar turut memperburuk keadaan.
Baca Juga: Real Betis Resmi Perpanjang Kontrak Isco hingga 2028, Diumumkan dengan Cara Unik
Situ Gede yang selama ini menjadi ruang rekreasi, tempat olahraga, dan lokasi favorit wisata lokal, dikhawatirkan mengalami penurunan kualitas lingkungan jika masalah sampah tidak segera ditangani.
Para pengunjung mengusulkan, agar pemerintah menambah fasilitas tempat sampah, melakukan pembersihan secara berkala, serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata alam Situ Gede.
Tanpa langkah konkret dan kolaborasi semua pihak, Situ Gede berpotensi semakin rusak karena akumulasi sampah yang terus meningkat.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan agar kawasan ini tetap menjadi destinasi alami yang indah, bersih, dan aman bagi warga Kota Bogor maupun pengunjung. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti