RADAR BOGOR – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan kepada warga Kota Bogor.
Sebanyak 4.000 penerima dari tiga kelurahan mendapatkan bantuan pangan berupa paket beras dan minyak goreng pada Kamis 27 November 2025.
Penyaluran bantuan pangan ini dilakukan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin serta Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Endang Setyawati Thohari.
Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Achdiat, menjelaskan bahwa distribusi bantuan hari ini terpusat di Kelurahan Cimahpar, Tegal Gundil, dan Ciparigi.
“Total ada 4.000 paket yang dibagikan. Kami berkolaborasi dengan Bulog dan Bapanas untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dody usai kegiatan penyaluran di Ciparigi.
Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras serta minyak goreng. Menurut Dody, bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Di Ciparigi, jumlah penerima mencapai 1.458 keluarga. Secara keseluruhan, total penerima bantuan pangan di Kota Bogor mencapai sekitar 9.800 keluarga.
Penyaluran ini direncanakan berlangsung delapan tahap dan ditargetkan rampung pada Desember.
Sementara itu, Anggota DPR RI Endang Thohari menegaskan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin kebutuhan pokok masyarakat, terutama kelompok yang tergolong rentan.
Ia menekankan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga memastikan mutu bahan pangan tetap terjaga.
“Ini adalah bukti kehadiran negara di tengah masyarakat. Saya datang untuk memastikan kualitas bantuan ini mulai dari kelayakan konsumsi, berat, hingga ketepatan sasaran," kata Endang.
"Sebab, bantuan ini merupakan bentuk perhatian dari Presiden Prabowo kepada rakyatnya,” ungkap Endang.
Endang juga mengapresiasi Bulog yang dinilainya telah menjaga kualitas bantuan dengan baik.
Tidak hanya itu, ia memuji kinerja Pemkot Bogor yang dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlihat dari menurunnya jumlah penerima manfaat pada November dibandingkan periode Juni–Juli 2025.
“Jumlah penerima bantuan turun dari 63.184 menjadi 60.174. Ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan. Upaya seperti ini harus terus dijaga melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Bogor Utara Riki Robiansyah turut mengapresiasi penyaluran bantuan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok merupakan hal penting yang harus dijamin pemerintah.
“Kita patut bersyukur karena pemerintah hadir untuk memastikan ketersediaan pangan, terutama bagi warga kurang mampu. Bantuan ini sangat ditunggu dan semoga dapat dimanfaatkan dengan baik,” kata Riki.
Ia menjelaskan bahwa dalam satu bulan, setiap warga menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Untuk alokasi dua bulan, jumlah tersebut otomatis digandakan.
Penyaluran dilakukan berdasarkan data penerima yang berasal dari DTSEN dan dibagikan sesuai jadwal. Riki menyebut antusiasme warga sangat tinggi.
Ia menambahkan bahwa bantuan pangan sudah disalurkan dua kali pada tahun ini, yakni pada Juni dan November.
“Dengan adanya program ini, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat tetap aman dan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga,” tutupnya.(ded)
Editor : Yosep Awaludin