RADAR BOGOR - Kota Bogor kembali mencatat capaian di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Swasti Saba Kota Sehat tahun 2025. Predikat yang diterima tahun ini adalah Wiwerda.
Ketua Forum Kota Sehat, Deni Mulyana menyebut penghargaan tersebut menjadi bukti perbaikan berkelanjutan dalam berbagai tatanan penilaian kota sehat.
Capaian ini juga menjadi pijakan untuk menargetkan predikat tertinggi, Wistara, pada penilaian berikutnya.
“Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ke depan kami akan meningkatkan inovasi untuk mengejar Wistara di 2027,” ujar Deni.
Kota Bogor sebelumnya pernah meraih Wistara pada tahun 2019, namun tidak dapat mengikuti penilaian selama enam tahun akibat persyaratan yang belum terpenuhi.
Salah satu syarat yang menjadi kendala adalah indikator Open Defecation Free (ODF) yang belum mencapai 100 persen.
Pemkot Bogor kemudian menuntaskan pemenuhan indikator tersebut, sehingga dapat kembali mengikuti penilaian pada 2025.
Data yang digunakan pemerintah pusat dalam penilaian tahun ini merupakan data tahun 2023 dan 2024.
“Alhamdulillah tahun ini kita kembali ikut dan dinilai berdasarkan data dua tahun terakhir. Target kami pada penilaian berikutnya adalah kembali meraih Wistara,” tambah Deni.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, juga menegaskan bahwa capaian Wiwerda bukan hasil instan, melainkan rangkaian pembenahan lintas sektor.
Ia menyebut seluruh OPD telah menjalankan berbagai program peningkatan tatanan kota sehat selama dua tahun terakhir.
Pemkot Bogor kini mulai menyiapkan strategi menghadapi penilaian pada 2027, termasuk mendorong inovasi pelayanan dan penguatan partisipasi masyarakat.
Seluruh capaian pada 2025 dan 2026 akan menjadi indikator utama pemerintah pusat.
“Kami berharap capaian saat ini menjadi motivasi untuk mengejar Wistara kembali. Tahun 2025 dan 2026 akan kami maksimalkan agar Kota Bogor bisa naik peringkat di 2027,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.