RADAR BOGOR – Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti di Kota Bogor menggelar kegiatan Walking Tour bertajuk Kelana Loka Minggu, 30 November 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai sejarah.
Program tersebut sepenuhnya diselenggarakan oleh Balai Cagar Budaya, Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan terbuka untuk masyarakat umum.
“Kami ingin memperkenalkan nilai sejarah, alam, dan kreativitas dalam satu wadah kegiatan,” ujar Penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Museum dan Cagar Budaya, Linda Siagian.
Linda menjelaskan bahwa sasaran peserta tidak dibatasi kelompok tertentu. Anak-anak sekolah, pekerja, hingga masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan ini karena pendaftarannya dilakukan secara online.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan walking tour ini mencatat antusiasme besar dari masyarakat. Total peserta mencapai 250 orang, dan jumlah tersebut masih menyisakan daftar tunggu.
“Pesertanya umum, total 250 orang, bahkan masih ada waiting list,” kata Linda kepada Radar Bogor, Minggu, 30 November 2025.
Linda menyebut kegiatan ini sebelumnya rutin digelar tetapi dalam skala kecil atau hanya sekitar 25 peserta pada setiap penyelenggaraan.
Tahun ini, pihak museum mencoba meningkatkan kapasitas menjadi 250 peserta karena tingginya minat masyarakat. Hasilnya, peningkatan kuota justru kembali diikuti daftar tunggu.
“Sebelumnya hanya 25 orang, tapi animo luar biasa jadi kami coba 250 orang dan tetap penuh,” ujar Linda.
Ia menjelaskan, kegiatan walking tour ini bukan program bulanan melainkan kegiatan berkala. Dalam setahun, Balai Kirti bisa menggelar dua hingga tiga kali kegiatan, dengan satu gelaran besar setiap tahun.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menarik minat masyarakat untuk mengenal sejarah kepresidenan. Pemahaman sejarah penting untuk menumbuhkan karakter bangsa, terutama bagi generasi muda.
“Dari sejarah kita bisa memahami dan menumbuhkan cinta tanah air serta motivasi dari kisah para Presiden,” katanya.
Linda juga menekankan bahwa museum memiliki peran berbeda dibanding pembelajaran sejarah di sekolah. Jika sekolah mengajarkan sejarah secara menyeluruh, museum menyajikan tema khusus sesuai fokus masing-masing.
Melalui Museum Kepresidenan, peserta dapat mempelajari langsung kisah para Presiden dan melihat koleksi asli. Pengalaman langsung ini dianggap lebih efektif dalam membangun ketertarikan generasi muda terhadap sejarah.
“Di museum itu tematik, jadi peserta bisa belajar sejarah kepresidenan sambil melihat koleksi asli dan mendapat pengalaman langsung,” ujar Linda.
Dalam Walking Tour kali ini, peserta diajak berkeliling museum sekaligus mengikuti rangkaian aktivitas edukatif. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang lebih hidup karena melibatkan interaksi langsung.
“Peserta bukan hanya keliling, tapi mendapatkan pengalaman edukasi yang menarik, semoga apa yang diberikan hari ini memiliki nilai manfaat untuk para peserta,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati