RADAR BOGOR - Produk kulit pangsit dan mie yang mengandung bahan berbahaya, dipastikan tak lagi beredar di Pasar-pasar Tradisional Kota Bogor.
Hal ini mengemuka saat Pemkot Bogor melakukan sidak ke Pasar Jambu Dua, Senin 1 Desember 2025 siang.
Kepala Bidang PPDN PKTN Dinas KUMKMDagin Kota Bogor, Elyis Sontikasyah mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil operarsi aparat kepolisian beberapa waktu lalu.
Ada dua toko yang didatangi, karena mereka disinyalir sempat menjual dua produk membahayakan kesehatan.
Namun para pedagang rupanya langsung memusnahkan mie dan kulit pangsit yang mengandung tawas itu.
“Iya hasil operasi kepolisian kan ada dugaan produk mie dan kulit pangsit mengandung bahan berbahaya. Pada saat kami sidak pedagang sudah tidak lagi menjual. Kebanyakan langsung dibuang,” jelasnya.
Elyis menerangkan langkah pengawasan akan terus dilakukan. Sidak juga akan menyasar ke sejumlah pasar yang ada dalam naung PD Pasar Pakuan Jaya. Langkah ini bagian dari upayanya unruk melindungi konsumen.
“Untuk di warung-warung luar pasar, kami akan bekerja sama dengan aparatur pemerintah di wilayah untuk sama sama saling mengingatkan tentang waspada terhadap bahan makanan yang berbahaya,” ucap Elyis.
Salah Satu Pedagang, Ijul mengaku terkejut mendengar informasi soal kandungan mie dan kulit pangsit berbahaya itu.
Bagaimana tidak, dia rutin untuk order produk tersebut. Dalam sepekan bisa sampai empat kali.
“Awalnya (Produsen) menawarkan untuk titip jual. Terus kami bayar yang habisnya aja. Lama kelamaan skemanya tuker bon. Kita ambil satu bond, bayar yang lama, lalu order lagi,” terang Ijul pada awak media.
Baca Juga: UTIFEST 2025 Sukses Guncang GOR Soemantri, Hadirkan Puluhan Musisi Terbaik dari Timur Indonesia
Ijul mengakui bahwa produk membahayakan itu memang banyak peminatnya. Untuk harga kulit pangsit sendiri dibandrol dengan harga Rp7 sampai 8 ribu. Sementara untuk mie nya dijual dengan harga Rp18 ribu.
“Kalau tidak habis, kami akan retur atau dikembalikan lagi. Peminatnya cukup banyak. Tapi saya juga khawatir produknya langsung saya buang ke tempat sampah, tadinya tidak menaruh curiga sama sekali,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.