Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masih Banyak Rumah Reot, Kuota Pembangunan RTLH di Kota Bogor 2026 Ditambah 1.000 Rumah Lagi

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 2 Desember 2025 | 11:49 WIB
Kampung Eretan Kota Bogor. Kuota pembangunan RTLH di Kota Bogor ditambah.
Kampung Eretan Kota Bogor. Kuota pembangunan RTLH di Kota Bogor ditambah.

RADAR BOGOR - Kuota pembangunan Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH di Kota Bogor tahun 2026 ditambah.

Hal itu dinilai penting, lantaran masih banyak ditemukan tempat tinggal warga dalam kondisi memprihatinkan dan masuk kategori RTLH.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengatakan penambahan RTLH sudah ditetapkan dalam APBD 2026.

“Ajuan TAPD sebelumnya hanya 1.000 rumah. Tapi kami minta ditambah 500 sampai 1.000 rumah lagi. Jadi totalnya lebih kurang 2.000 RTLH,” jelas Dadang pada Radar Bogor.

Untuk menyokong penambahan RTLH, DPRD Kota Bogor juga telah meyiapkan anggaran tambahan. Bahkan totalnya sampai menembus diangka lebih kurang Rp1 miliar

Penambahan pembangunan RTLH ini diharap Dadang agar semua warga di Kota Bogor sudah memiliki toilet sendiri. Sehingga tidak ada lagi yang BAB langsung ke sungai.

“Tujuan akhirnya agar rumah warga yang kurang layak dan kurang sehat busa lebih baik lagi sehingga warga bisa hidup lebih sehat juga,” terang Dadang, Selasa 2 Desember 2025.

Pemerintah diminta untuk selektif dalam memilih penerima manfaat. Agar program RTLH ini dapat tepat sasaran dan manfaatnya bisa lebih terasa.

Proposal yang diajukan juga mesti melihat hal-hal yang bersifat urgent. Diutamakan rumah warga yang sudah dalam keadaan rusak dan bisa menambah unsur kesehatan.

Misalnya diberikan ruang untuk pencahayaan, sirkulasi udara maupun sanitasinya. Sehingga rumah yang diperbaiki lewat RTLH dapat lebih nyaman untuk pemiliknya.

“Petugas lapangan dari Perumkim juga harus busa mengarahkan itu pada saat melakukan survei ke rumah-rumah warga yang akan menerima bantuan RTLH,” tegas Dadang.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Bogor, masih ada 20 ribu rumah yang belum memiliki septick tank. Ini tersebar di 60 kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan kondisi tersebut masuk dalam kategori, rumah BABS tertutup. Mereka disebut Retno tetap memiliki jamban, namun tidak memiliki sarana pembuangan tinja.

“Total dari data terakhir Maret 2025 masih ada 20.398 rumah atau 21.703 KK yang tersebar di 60 kelurahan. 8 kelurahan lainnya telah mencapai 100 persen BABS terbuka dan tertutup,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #rtlh #kuota