RADAR BOGOR - Human Immunodeficiency Virus (HIV) menghantui remaja di Kota Bogor. Dalam tiga tahun terakhir, pengidap HIV cenderung mengalami kenaikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada tahun 2023 jumlah remaja pengidap HIV ada 11 orang. Setahun berikutnya mengalami lonjakan tajam.
Pada tahun 2024 remaja yang dinyatakan terpapar virus HIV tembus 26 orang. Sementara pada tahun 2025 jumlah pengidapnya mencapai 20 orang.
Angka tersebut terhitung dari awal Januari hingga Oktober 2025 silam. Yang dimaksud remaja dalam konteks ini adalah mereka yang berada direntan usia 15 sampai 19 tahun.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan mengatakan data tersebut menunjukan alarm serius. Apalagi remaja sering disebut generasi penerus bangsa.
Iwan menjelaskan HIV memiliki dampak yang cukup serius terhadap kesehatan. Sebab penyakit ini kerap menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
“Kalau kekebalan tubuhnya hilang sehingga tidak ada pertahanan maka selanjutnya penyakit lain akan muda masuk,” jelas Iwan pada Radar Bogor.
Banyaknya remaja pengidap HIV di Kota Bogor disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama mereka kerap menggunakan narkoba dengan skema jarum suntik.
“Jadi dari darah yang terkena virus HIV dipindahkan ke darah orang yang lain. Maka disitu virusnya bisa menyebar,” beber pria yang juga menjabat Ketua Yayasan Sahira itu.
Faktor berikutnya adalah adanya hubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis. Praktik ini disebut Iwan memudahkan virus HIV menembus tubuh.
“HIV tidak akan menular kalau hanya dengan interaksi sosial, seperti berjabat tangan, atau makan bareng. Skema penularannya jika ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh,” jelasnya
Hingga saat ini belum dapat ditemukan obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan HIV.
Hanya ada satu antibiotik, itupun perannya hanya menekan pertumbuhan virus.
“Namanya obat antiretroviral. Ini mesti diminum rutin sepanjang hidup. Dia fungsinya menekan pertumbuhan virus bukan mematikan virus,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.