RADAR BOGOR - Penggunaan water barier untuk menutup salah satu u-turn di Jalan Sholeh Iskandar dinilai tidak optimal. Sebab alat tersebut mudah untuk digeser oleh siapapun.
Hal itu dibuktikan dengan kondisi pada, Rabu 3 Desember 2025. U Turn yang sebelumnya ditutup kini sudah bergeser. Pengendara kembali leluasa unruk memutar balik kendaraannya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono mengaprisasu langkah petugas yang sudah menindak lanjuti keluhan masyarakat. Namun tindakan yang diberikan dinilai belum tepat.
“Tidak heran kalau hari ini sudah terbuka lagi (U Turn). Karena barier plastiknya memang mudah digeser, tentu efektivitas tindakan penutupan jadi hilang,” tegas Heri.
Oleh karena itu Heri menyarankan agar petugas menggunakan barier beton untuk menutup U Turnnya. Sebab alat ini dipandang lebih kokoh dan sulit untuk digeser-geser.
“Barier beton perlu dipasang untuk menjamin penutupan efektif. Karena alat itu tidak mudah dipindahkan dan keputusan rekayasa lalu lintas bisa berjalan maksimal,” ucap Heri.
Disi lain Heri juga mengingatkan agar petugas untuk tidak hanya menutup U Turn, tetapi juga memastikan alternatif putar balik terdekat aman, terukur, dan tidak menimbulkan titik macet baru.
“Sosialisasi ke masyarakat juga penting supaya kebijakan ini tidak dianggap menyulitkan, tetapi sebagai upaya memperlancar arus lalu lintas,” terang Heri.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Kota Bogor, Coki Irsanja mengatakan penggeseran water barier yang baru saja dipasangnya dipastikan bukan oleb petugas.
“Bukan, itu bukan oleh petugas. Memang untuk barier plastik itu sifatnya mudah digeser, kami akan tindak lanjuti kembali,” jelas Coki saat dikonfirmasi Radar Bogor, Rabu (3/11/2025) sore.
Coki pun turut mengamini usulan yang disampaikan oleh DPRD Kota Bogor. Pihaknya menggaransi akan menggunakan barier beton untuk menutup akses U Turn di Sholis.
“Iyah siap insya allah dalam waktu dekat kami akan pasang (Barier Beton) Kemarin sebetulnya masih tahap uji coba ditambah kendaraan kami sedang pemeliharaan,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.