RADAR BOGOR — Kebakaran hebat kembali terjadi di Pasar Anyar, Kota Bogor, Kamis 4 Desember 2025 pagi.
Peristiwa yang melanda Blok C dan D ini menjadi kebakaran terbesar di Pasar Anyar sepanjang 2025.
Sebab, dua kejadian kebakaran sebelumnya yang terjadi di blok berbeda di Pasar Anyar.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung melalap puluhan kios di lantai dasar.
Seorang pedagang, Febri, mengatakan api bergerak cepat menyambar deretan kios yang mayoritas menjual perabot, plastik, hingga karpet.
“Ini di Blok C-D, lantai dasar. Begitu nyambar, langsung habis semua. Sebelahnya toko kitab, belakangnya aksesori. Api cepat banget merembet,” ujarnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, membenarkan kebakaran di Pasar Anyar sudah terjadi dua kali sebelumnya pada 2025 juga.
Kejadian kali ini menjadikannya sebagai insiden ketiga. Sebelumnya, kebakaran terjadi pada 6 Juni di Blok A yang menghanguskan dua toko elektronik.
Disusul insiden pada 22 Juni di Blok B, yang membakar tiga kios dan belasan los pedagang. Kedua kejadian tersebut diduga dipicu korsleting listrik.
Sempat ada dugaan kesengajaan untuk membakar, namun hingga kini PPJ mengaku belum mendapatkan laporan terbaru.
"Coba ditanyain ke pihak polres ya, hasilnya bagaimana," jelasnya.
Dia juga menjelaskan Blok C dan D saat ini bukan berada dalam pengelolaan PPJ. Area tersebut masih dikelola oleh pihak swasta, yakni PT Propindo Mulia Utama.
“Blok C–D belum dikelola PPJ, masih dikelola pihak swasta. Masa kontraknya juga baru selesai sekitar 2027,” kata Jenal kepada Radar Bogor.
Berdasarkan laporan Panit Reskrim Polsek Bogor Tengah, A. Budi S, kebakaran pertama kali diketahui petugas keamanan sekitar pukul 05.50 WIB.
Security pasar, Agus, mencium bau hangus dan melihat asap dari lantai dasar Blok C-D. "Api awalnya membakar kios milik Wandin, kemudian merembet melalui kabel di luar kios," jelasnya.
Petugas berusaha memadamkan dengan alat pemadam ringan sebelum menghubungi Damkar.
Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 10.00 WIB dengan bantuan 11 unit Damkar Kota Bogor dan 4 unit dari Kabupaten Bogor. Sebanyak 25 kios hangus terbakar.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, meski kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," bebernya.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran di Blok C-D, sekaligus mengidentifikasi kemungkinan keterkaitan dengan dua kebakaran sebelumnya melalui tim Inafis Polresta Bogor.
"Sedang di identifikasi oleh Inafis Polresta Bogor," jelasnya. Kebakaran hari ini membuat aktivitas pedagang lumpuh total.
Di lantai dua, sejumlah pedagang berbondong-bondong mengevakuasi barang dagangan mereka ke luar gedung karena khawatir api kembali muncul meski sudah dipadamkan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian pedagang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (uma)
Editor : Alpin.