Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keluarga di Aceh Tengah Krisis Logistik, Warga Kota Bogor Harap-harap Cemas Terhadap Nasib Korban Banjir dan Longsor

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 4 Desember 2025 | 19:59 WIB
Kondisi banjir di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Kondisi banjir di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

RADAR BOGOR - Sudah hampir sepekan, wilayah Aceh Tengah, Provinsi Aceh, hingga kini masih terisolir akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Stok logistik yang dimiliki penduduk Aceh Tengah, kian menipis. Bantuan disebut sulit diterina karena akses menuju Aceh Tengah terputus.

Wilayah dataran tinggi itu tak bisa diakses melalui jalur provinsi ataupun nasional. Kondisi itu turut dialami oleh Keluarga Ali Alfaraesy, warga Kota Bogor.

“Wikayah Takengon itu berada di tenga-tengah. Jadi akses jalan lingas provinsi maupun nasional yang menghubungkan ke wilayah kami dari luar putus semua,” ucapnya.

Komunikasi juga terhambat karena jaringan seluler masih mati total. Warga hanya bisa memanfaatkan layanan Starlink yang dipasang Pemda di kantor bupati.

Ali menyebut keluarganya harus berjalan kaki 15 menit untuk bisa mengirim kabar. Antrean warga yang panjang membuat setiap orang hanya mendapat giliran singkat.

“Kalau komunikasi lancar si tidak, karena jaringan masih down jadi hanya mengandalkan dari Starling. Semalam itu kesana, jalan kaki sekira 15 menit,”

Banjir memang telah surut, tetapi kerusakan infrastruktur dan permukiman masih meluas. Menurut Ali, kebutuhan paling mendesak kini adalah bahan makanan.

Keluarganya bertahan dengan stok yang kian menipis. Harga lauk pauk melambung dan ikan sulit ditemukan.

“Yang paling penting logistik bahan makanan disana ada yang jual. Tapi kalaupun ada itu harganya kata mamah sudah gila-gilaan,” jelas Ali pada Radar Bogor.

BBM juga tak tersedia sehingga kendaraan tidak bisa dipakai. Beberapa warga menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki melintasi kebun.

Paman Ali bahkan harus berjalan hampir sehari penuh dari kabupaten tetangga karena akses motor benar-benar terputus. Jalur alternatif hanya berupa setapak kecil.

“Kemarin dua hari lalu paman saya dari kabupaten sebelah jalan kaki hampir seharian, karena akses motor juga tidak bisa,” terang Ali.

Keluarganya kini berkumpul di rumah yang sempat dimasuki air namun masih aman ditinggali.

Ruang dan bahan pangan makin terbatas seiring makin banyaknya sanak saudara yang mengungsi ke sana.

Ali mengaku terpukul saat ibunya bercerita bahwa mereka makan sekadarnya. Beras masih ada, tetapi sudah memasuki batas kritis.

“Yang penting ada nasi. Kalau nasi ada garem kan bisa masuk,” ucap Ali saat menceritakan kondisi keluarganya di wilayah Aceh Tengah, Kamis 4 Desember 2025.

Bantuan pemerintah pusat sempat tiba namun jumlahnya jauh dari cukup. Warga harus antre berjam-jam untuk mendapatkan dua bambu beras di pasar dekat kantor bupati.

Jarak lima kilometer menuju lokasi distribusi ditempuh dengan berjalan kaki. Dua bambu sekitar empat liter hanya cukup untuk makan beberapa hari bagi keluarga besar.

“Sehari itu antre dari pagi sampai sore dapatnya dua bambu seorang. Satu bambu itu dua liter, jadi paling cukuo hanya untuk 10 orang,” beber Ali.

Ali menegaskan pasokan dari darat dan laut tidak mungkin masuk karena kondisi geografis Aceh Tengah yang berada di dataran tinggi.

Bantuan udara jadi satu-satunya harapan meski jumlahnya belum memadai.

Pada malam hari, mereka terpaksa berada dalam kegelapan karena listrik belum juga menyala. Akses komunikasi pun hanya bisa dicari pada malam tertentu ketika antrean Starlink lebih sepi.

Ia menyebut bencana kali ini lebih luas dampaknya dibanding tsunami 2004. Jika dulu hanya beberapa kabupaten, kini hampir seluruh Aceh mengalami kerusakan.

Ali berharap pemerintah mempercepat suplai logistik dan membuka akses jalan yang terputus. Kondisi warga disebutnya sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kalau dampaknya lebih besar yang sekarang, kalau dulu mah tsunami hanya 5 kota kabupaten yang terdampak tapi sekarang hampir satu provinsi,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#aceh tengah #kota bogor #korban banjir