RADAR BOGOR - Pembebasan lahan untuk akses jalan baru di Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, akhirnya tuntas.
Tahapan pebebasan lahan untuk akses jalan baru di Batutulis ini sempat menemui kendala, karena pemilik lahan tidak sepakat dengan harga yang diminta.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pemilik lahan tentu saja memiliki preferensi harga lahan. Namun pihaknya mesti mengacu pada kajian apraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
“Sehingga kalau bicaranya untuk kepentingan umum pasti kan yang bersangkutan akan memahami bahwa situasi ini dalam kedaruratan,” jelas Dedie pada awak media.
Secara tidak langsung, akses jalan baru di Batutulis menghubungkan 7 kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Selatan. Kondisi ini disebut Dedie jadi kebutuhan mendesak.
“Bagi kita ini kepentingan masyarakat sangat besar masyarakat ada disitu kan paling tidak ada 7 kelurahan yang tersambung langsung maupun tidak langsung,” beber Dedie.
Pemerintah Kota Bogor sudah menyisihkan anggaran untuk membebaskan lahan di Batutulis. Nilainya pun tidak sedikit, bahkan mencapai puluhan miliar.
“Total anggarannya kurang kurang dari Rp20 miliar untuk jalan akses itu, iya benar buat pembebasan lahan tadi,” ucap Dedie saat dikonfrimasi lebih lanjut.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan persoalan harga lahan sudah tuntas. Pemkot dan pemilik lahan sudah sepakat dengan harganya.
“Appraisal dengan nilai Rp19,991.500 miliar. Kami sudah sepakat dan sudah dilaksanakan perikatan jual beli atau Surat Pengakuan Hak (SPH) nya,” terang Esti pada Radar Bogor.
Esti menerangkan lahan untuk pembangunan akses jalan baru Batutulis seluas, 4711 meter kubik. Lahan tersebut semula dimiliki oleh tiga warga.
“Iya lahannya 4711 meter. Itu lahan milik 3 orang. Jadi untuk tahapan pembebasan lahan sudah selesai dan siap dibangun,” kata Esti kepada Radar Bogor, Senin 8 Desember 2025 sore.
Pembangunan akses jalan Batutulis sendiri merupakan proyek kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemkot Bogor bertugas untuk menyiapkan lahan. Sementara Pemprov Jabar akan bertanggung jawab untuk kontruksi jalan yang dibangun.
“Pembangunan jalan insyaallah dari provinsi tahun 2026 sebeaar Rp22 miliar. Kalau kami dipembebasan lahan. Insya allah sudah siap dibangun,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.