RSUD Kota Bogor Terjunkan Tim Medis ke Sumatera, Ini Pasien yang Sudah Tertangani
Kholikul Ihsan• Selasa, 9 Desember 2025 | 13:09 WIB
Tim medis dari RSUD Kota Bogor mengobati pasien di Sumatera.
RADAR BOGOR - RSUD Kota Bogor sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bergerak cepat mengirimkan tim medis inti untuk membantu korban bencana di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Langkah ini tidak hanya menunjukkan responsibilitas regional, tetapi juga komitmen layanan kesehatan di tengah situasi darurat.
Keberangkatan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor merupakan bagian dari kolaborasi Gerakan Anak Negeri, bekerja sama dengan Yayasan Negeri Satu Bangsa untuk penanganan bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Plt. Direktur RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno, memaparkan bahwa pemberangkatan tahap pertama ini fokus pada tenaga ahli yang krusial di lokasi bencana.
“Kami mengirimkan satu orang perawat ICU yang diberangkatkan sejak 2 Desember dari Kota Bogor bersama tim medis lainnya,” ujar Sri Nowo Retno dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Tim pertama ini dijadwalkan bertugas selama tujuh hari penuh di lokasi bencana. Setelah tim ahli ICU, RSUD Kota Bogor juga mengirimkan tim tambahan yang terdiri dari satu dokter dan dua perawat.
Bahkan, dalam langkah unik tetapi efektif turut serta tiga orang dari daerah Cimande yang memiliki keahlian sebagai tukang urut, melengkapi layanan kesehatan holistik di posko.
“Setelah ini juga akan dilakukan pemberangkatan (tim selanjutnya). Pemberangkatan untuk periode berikutnya saat ini tengah dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor,” jelas Retno.
Aksi cepat tim medis ini memberikan dampak signifikan di lokasi, berdasarkan laporan langsung dari lapangan, hingga 5 Desember 2025, di Posko Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, total pasien yang telah menerima layanan mencapai angka yang mengejutkan, berikut rinciannya:
Kasus Trauma (luka-luka) 24 orang
Kasus Non-Trauma (penyakit umum/pasca bencana) 211 orang
Perawatan luka khusus 1 orang
“Dari hasil kegiatan tersebut, total pasien yang telah dilayani hingga 5 Desember 2025 sebanyak 571 orang,” ucap Retno yang menegaskan bahwa warga terdampak telah mendapatkan pertolongan medis.