Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Regenerasi Krisis, IPB University Dorong Anak Muda Getol Bertani

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:55 WIB
IPB University saat menggelar International Worskhop bertajuk Membangun Aliansi.
IPB University saat menggelar International Worskhop bertajuk Membangun Aliansi.

RADAR BOGOR - Anak muda didorong untuk getol melakukan aktivitas pertanian. Hal itu dipandang penting, lantaran Indonesia, sedang mengalami krisis regenerasi petani.

Pernyataan itu mengemuka saat IPB University menggelar International Workshop dengan topik Membangun Aliansi di Politeknik Pembangunan Pertanian, Selasa 9 Desember 2025.

Kepala Prodi Manajemen Pembangunan Daerah (MPD) FEM IPB, Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, mengatakan penguatan regenerasi petani harus dilakukan sejak sekarang.

“Jadi bagaimana anak-anak muda bisa berperan dalam kegiatan pertanian, karena sekarang ini pertanian didominasi oleh yang berumur sepuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, sektor pertanian tidak boleh ditinggalkan oleh generasi muda. Keterlibatan mereka akan membawa inovasi yang dibutuhkan sektor pangan.

“Pertanian bisa menghasilkan pendapatan yang lumayan dan dengan adanya anak-anak muda ini bisa lebih menarik lagi, karena mereka punya lebih banyak inovasi,” kata Faroby.

Dengan memanfaatkan teknologi, petani tidak lagi dipandang kuno. Aktifitas ini justru akan mendapatkan untuk yang melimpah jika anak muda mau terjun dalam sektor tersebut.

Namun Prof Faroby menilai ketertarikan anak muda pada sektor pertanian justru menurun. Kondisi ini dibuktikan dengan minat calon mahasiswa terhadap Prodi Pertanian.

“Kalau kita lihat di perguruan tinggi, sepertinya hanya IPB saja yang jumlah mahasiswa pertaniaannya meningkat. Sedangkan di perguruan tinggi lain jumlah peminatnya tidak melonjak bahkan menurun,” jelasnya.

Kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Sebab, pertanian berhubungan erat dengan ketahanan pangan. Jika tidak berlanjut, maka Indonesia akan mengalami masalah besar.

“Pertanian ini penting, kalau tidak ada yang melanjutkan maka akan terhambat swasembada pangannya. Sebetulnya bisa impor dari luar tapi nanti kita akan bergantung dengan pangan dari luar,” bebernya

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Ir. Yusman Syaukat, menilai sektor pertanian tetap menjanjikan selama mampu terhubung dengan rantai pasok yang tepat.

“Kita harus mencari format yang pas, komoditas apa dan larinya ke mana. Ketika bisa koneksi dengan rantai pasok atau supply chain yang sesuai, sektor ini akan hidup,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan jaringan untuk mendukung pengembangan usaha pertanian.

Dengan kondisi tubuh yang masih prima, anak muda dinilai mampu mengejawantahkan skema tersebut.

“Nah di sini penting membangun jaringan, terutama di Indonesia, dan ketika bisa bekerja sama dengan internasional baru bisa dikembangkan,” pungkansya.(bay)

Editor : Alpin.
#Bertani #generasi muda #ipb university