Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Raih Wiwerda, Forum Kota Sehat Kota Bogor Mantapkan Program Kerja Bidik Predikat Wistara 2027

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 9 Desember 2025 | 19:01 WIB
Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025.
Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025.

RADAR BOGOR – Forum Kota Sehat (FKS) Kota Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 sebagai langkah awal mematangkan strategi dan program kerja menuju target predikat tertinggi Kota Sehat, yakni Swasti Saba Wistara, pada penilaian nasional tahun 2027.

Raker yang digelar Imah Paviliun, BNR, Bogor Selatan, ini tindaklanjut pasca Kota Bogor berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda pada 2025.

Ketua FKS Kota Bogor, Deni Mulyana, menegaskan capaian Wiwerda menjadi dorongan penting untuk memperkuat kembali gerakan Kota Sehat di seluruh tatanan.

Dia menyebut, persiapan menuju Wistara membutuhkan inovasi yang konsisten serta pembenahan dokumen dan program secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini bagian dari upaya kami memperkuat gerakan Forum Kota Sehat, termasuk penguatan inovasi di semua tingkatan, untuk menghadapi penilaian tahun 2027. Proses ini panjang, dan capaian Wiwerda harus menjadi motivasi kita bersama,” ujar Deni.

Menurut Deni, pada penilaian Kota Sehat tingkat nasional 2025, terdapat 41 kabupaten/kota yang berhasil meraih Padapa dan Wiwerda.

Namun, hanya tiga kabupaten/kota di Indonesia yang meraih predikat Wistara—tanpa satu pun berasal dari Jawa Barat.

Padahal, Jawa Barat sebelumnya menargetkan lima daerah untuk meraih predikat tersebut.

“Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, hanya 12 yang mendapat penghargaan, dan delapan di antaranya meraih Wiwerda termasuk Kota Bogor. Tidak ada satu pun yang meraih Wistara. Alhamdulillah, Bogor masih bisa mempertahankan prestasi melalui kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Raker yang dihadiri pengurus di seluruh kecamatan ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari regulasi pencapaian Program Kota Sehat 2025, penyusunan rencana kerja 2026, hingga persiapan dokumen untuk penilaian 2027.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan data dan sistem dokumentasi yang selama ini menjadi catatan dalam proses verifikasi.

“Kita punya waktu yang cukup panjang untuk menyiapkan dokumen-dokumen verifikasi. Dokumen ini seharusnya terbentuk dari aktivitas nyata, bukan dibuat hanya menjelang penilaian,” kata Deni.

Raker juga membahas pembelajaran dari program Bogor Smart Health, pengurangan sampah dari sumber, hingga integrasi program prioritas seperti Rencana Aksi Daerah TBC, yang menjadi isu krusial di Kota Bogor.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, memberikan apresiasi atas capaian Wiwerda yang diraih setelah enam tahun proses pembenahan di berbagai tatanan.

Menurutnya, keberhasilan Kota Bogor dalam penilaian Kota Sehat merupakan bagian dari indikator pencapaian misi daerah, terutama visi Bogor Sehat.

“Dari 570-an kabupaten/kota, kita termasuk 44 daerah yang masuk kategori terbaik. Ini capaian luar biasa, tapi masih ada beberapa catatan yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Erna menegaskan bahwa Kota Sehat bertumpu pada tiga pilar utama: perilaku hidup sehat masyarakat, lingkungan yang sehat, dan akses pelayanan kesehatan yang memadai.

Menurutnya, pilar perilaku dan lingkungan menjadi aspek paling menentukan dalam penilaian.

“Kita ingin menggeser struktur anggaran yang selama ini masih berat di kuratif, menuju promotif-preventif. Forum Kota Sehat memegang peran penting dalam hal ini,” jelasnya.

Dalam pembahasan teknis, FKS Kota Bogor menyoroti sejumlah fokus kerja prioritas, di antaranya Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Germas, percepatan Open Defecation Free (ODF) di seluruh kelurahan.

Replikasi praktik baik pengolahan sampah di tingkat masyarakat, serta penguatan intervensi penanganan TBC, termasuk edukasi dan pelacakan kasus.

Erna menyebut, berbagai praktik baik yang telah berjalan perlu diperluas agar dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian 2027.

“Kita punya lokus-lokus unggulan, bahkan sering dikunjungi daerah lain. Ini harus kita manfaatkan sebagai contoh praktik terbaik Kota Bogor,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi komitmen kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD terkait, Forum Kota Sehat, media, dan masyarakat.

Pemkot berharap seluruh tatanan dapat bergerak bersama sehingga Kota Bogor mampu mencapai predikat Wistara pada penilaian berikutnya.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Dengan komitmen yang sama, kita optimis menuju Wistara 2027,” tutur Erna. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Forum Kota Sehat #rapat kerja