Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor Masih Sering Macet, Pengamat Sarankan Rekayasa Lalin Perlu Dikaji Ulang

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:05 WIB
Pengamat Transportasi Universitas Pakuan, Prof Umar Mansyur.
Pengamat Transportasi Universitas Pakuan, Prof Umar Mansyur.

RADAR BOGOR - Kemacetan yang terjadi di Jalan Sholeh Iskandar dinilai makin menjadi-jadi. Rekayasa Lalin dengan menutup dua U Turn di lokasi tersebut belum membuahkan hasil.

Pengamat Transportasi Universitas Pakuan, Prof Umar Mansyur, menilai kebijakan penutupan U Turn seharusnya melalui kajian menyeluruh.

Terutama soal pola pergerakan kendaraan di lapangan. Sebab, secara prinsip, fasilitas putar balik memiliki fungsi penting dalam memecah arus.

“Penutupan akses itu sudah pasti akan semakin memperparah kemacetan. Kendaraan yang semestinya berbalik arah kini menerus sehingga menambah beban ruas jalan,” jelasnya.

Ketika akses U Turn ditutup, kemacetan tidak serta-merta hilang, melainkan hanya berpindah ke titik lain.

Hal ini terutama terjadi bila lokasi yang ditutup memiliki tarikan dan bangkitan kendaraan cukup tinggi.

Prof Umar menjelaskan dua titik yang selama ini menjadi sorotan yakni akses dekat UIKA dan dekat Yogya memang terlalu berdekatan.

Namun jika harus memilih, titik putar balik di depan Yogya lebih layak untuk tetap dibuka.

“Yang sebaiknya dibuka itu yang depan Yogya saja. Karena di sana ada akses masuk ke RS Islam dan SMAN 2, bangkitannya besar. Sementara yang dekat UIKA memang perlu ditutup. Idealnya dicarikan titik putar balik alternatif,” tegasnya.

Selain soal pengaturan akses, Prof Umar menilai kemacetan di Sholis juga disebabkan ketidakseimbangan antara kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang terus bertambah.

“Ini sudah pasti. Jalan tidak mungkin ditambah, sementara kendaraan terutama sepeda motor bertambah terus. Maka solusi jangka pendek adalah rekayasa lalu lintas, seperti penataan akses putar balik dan sistem satu arah,” ucapnya.

Ia mendorong agar rekayasa lalu lintas di Sholis dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi bangkitan kendaraan di sepanjang koridor tersebut.

Tujuannya, agar kemacetan tidak sekadar dipindahkan, tetapi benar-benar terurai. Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Coki Irsanja menerangkan pihaknya telah kembali mengecek situasi di lapangan.

Coki pun membenarkan bahwa kemacetan di Jalan Sholis diakibatkan adanya dua U Turn yang saling berdekatan. Satu di depan UIKA dan yang kedua di depan Yogya.

“Tadi kami survei kembali. Memang karena dua U Turn yang saling berdekatan. Hasil survei akan dikaji dan nanti akan dilaporkan pak Kadis dan ke pak Wali,” jelas Coki.

Pemerintah pusat disebut Coki akan ikut dilibatkan terkait kemacetan yang tejadi. Sebab Jalan Sholis sendiri termasuk jalan nasional.

“Dan ini merupakan kewenangan Jalan nasional pastinya akan koordinasi ke pusat. Kami sedang mengkaji solusi yang bia efektif,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#Jalan Sholis #kota bogor #jalan sholeh iskandar #kemacetan