RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meraih peringkat pertama nasional sebagai Pemerintahan Kota Terbaik dalam pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan langsung Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pada Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 bertema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, di Yogyakarta, Selasa 9 Desember 2025.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif jajaran ASN serta dukungan masyarakat.
“Ini saya persembahkan untuk seluruh ASN Kota Bogor dan masyarakat Kota Bogor yang terus bersemangat menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang berintegritas,” ujarnya.
Dedie juga berterima kasih kepada seluruh perangkat daerah dan warga yang selama ini terlibat dalam penguatan sistem pencegahan korupsi dan reformasi tata kelola.
“Terima kasih kepada semuanya. Dan ini harus menjadi penyemangat untuk terus mencegah korupsi,” tambahnya.
Ia menilai penghargaan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Pemkot Bogor agar terus menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bebas dari praktik korupsi.
Perbaikan tata kelola pemerintahan untuk pencegahan korupsi di Kota Bogor sendiri bisa dilihat dari peningkatan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI).
Tahun 2024, Kota Bogor mencatat skor 77,54 dalam SPI dan menjadi kota dengan nilai integritas tertinggi kedua di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan Hakordia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen pemberantasan korupsi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pencegahan korupsi harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pusat hingga daerah.
“Acara ini adalah forum nasional untuk memperkuat integritas tata kelola, menyatukan komitmen, serta meluncurkan program strategis pencegahan dan pemberantasan korupsi yang menjangkau pusat hingga daerah—birokrasi hingga masyarakat,” jelas Setyo.
Dengan capaian tersebut, Kota Bogor diharapkan dapat menjadi role model bagi pemerintah daerah lain dalam membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel. (uma)
Editor : Alpin.